Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 17 Jul 2026 20:42 WIT

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodaeral X Tanam Kedelai 20 Hektare di Keerom


					Kodaeral X Jayapura bersama Pemprov Papua, forkopimda, dan instansi terkait, melakukan penanaman kedelai seluas 20 hektare di Kabupaten Keerom. (Foto dok: IST) Perbesar

Kodaeral X Jayapura bersama Pemprov Papua, forkopimda, dan instansi terkait, melakukan penanaman kedelai seluas 20 hektare di Kabupaten Keerom. (Foto dok: IST)

KABARPAPUA.CO, Keerom – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, forkopimda, dan instansi terkait, melakukan penanaman kedelai seluas 20 hektare di Kabupaten Keerom, Kamis, 17 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional dalam mendukung percepatan ketahanan pangan dan swasembada kedelai Indonesia.

Kegiatan penanaman kedelai ini dipimpin langsung Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto didampingi Ketua Daerah Kodaeral X Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Rita Sugianto, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, dan berbagai pihak terkait.

Program budidaya kedelai ini juga dilaksanakan secara serentak melalui video conference (vicon) yang terpusat di Malang dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Komandan Kodaeral X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto menyampaikan, keterlibatan TNI dalam program budidaya kedelai merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Budidaya kedelai ini merupakan program nasional dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Kita bekerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui perjanjian kerja sama untuk mengembangkan komoditas kedelai,” ujar Sugianto.

Sugiarto menjelaskan, kebutuhan kedelai nasional saat ini mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan tersebut.

Kondisi itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi kedelai melalui perluasan lahan pertanian. “Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk mendukung pemerintah menuju swasembada kedelai,” katanya.

Untuk tahap awal, Kodaeral X bersama mitra menanam kedelai di lahan seluas 20 hektare dari total rencana pengembangan 100 hektare di Kabupaten Keerom. Sisa 80 hektare akan dikembangkan secara bertahap ke depan.

Program tersebut melibatkan Koperasi Produsen Bina Ekonomi Bersama, kelompok tani dari Kampung Baburia, Kampung Kuimi, dan Kampung Bukuya, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua.

Komandan Kodaeral X memastikan hasil panen kedelai nantinya memiliki pasar yang jelas. Koperasi bersama kelompok tani telah menyiapkan skema pembelian hasil produksi masyarakat.

“Kita tidak ada masalah untuk hilirisasinya. Koperasi siap membeli hasil dari masyarakat, kemudian akan disalurkan ke daerah yang membutuhkan, khususnya di Pulau Jawa,” jelasnya.

Selain koperasi, sejumlah perusahaan besar seperti Indofood dan Nestlé, asosiasi pedagang tahu-tempe, serta Perum Bulog juga telah menyatakan kesiapan untuk menyerap hasil produksi kedelai.

“Kementerian Pertanian juga sudah berkomitmen melalui Bulog untuk membeli hasil kedelai seperti halnya padi dan jagung,” tambahnya.

Menurut Sugianto, budidaya kedelai di Papua memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Harga pembelian awal kedelai ditetapkan sekitar Rp7.500 per kilogram, sementara di Pulau Jawa harga kedelai dapat mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

“Dengan adanya program ini, kita berharap pendapatan petani meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” ujarnya. Pengembangan kedelai di Keerom juga berkaitan dengan pembangunan industri pangan di wilayah tersebut.

Pemprov Papua sebelumnya telah memulai pembangunan pabrik pakan ternak di kawasan Kondos, Keerom, yang membutuhkan kedelai sebagai salah satu bahan baku selain jagung. Kedelai yang memiliki kandungan protein tinggi dinilai strategis untuk mendukung sektor pangan dan peternakan di Papua.

Staf Ahli Gubernur Papua, Origenes Kambuaya, menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Provinsi Papua terhadap program tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami memberikan penghargaan dan terima kasih kepada Kementerian serta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Keerom,” katanya.

Origenes menegaskan, budidaya kedelai ini sejalan dengan proyek strategis nasional dan menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pertanian Papua.

Selain penanaman kedelai, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti kesehatan bagi 250 masyarakat serta bakti sosial berupa pembagian 250 paket sembako sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat sekitar.

Melalui program ini, Kodaeral X berharap Papua tidak hanya menjadi wilayah konsumsi pangan, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan nasional yang memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

‘BPJS Menyapa’ di RSUD Jayapura: Pasien Apresiasi Layanan Gratis

15 July 2026 - 23:12 WIT

RSUP Jayapura dan RSCM Perkuat Layanan KIA di Papua

24 June 2026 - 10:47 WIT

Terkait Surat Izin Pemalangan, RSUP Jayapura Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

17 June 2026 - 19:19 WIT

Riset Unhas di Eropa: PKMK Hemat Biaya hingga Triliunan Rupiah

5 June 2026 - 15:43 WIT

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Papua, RSUP Jayapura Perkuat Kolaborasi 

4 June 2026 - 16:25 WIT

Dukung Layanan Kesehatan ASN di Papua, RSUP Jayapura dan PT Taspen Perkuat Kerjasama 

4 June 2026 - 16:01 WIT

Trending di PUBLIK