KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Polisi yang bertugas di tingkat distrik atau Polsek kini bertransformasi menjadi ruang mediasi utama bagi berbagai persoalan sosial masyarakat di pelosok Tanah Papua. Peran penting kepolisian di tingkat bawah ini dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan dari lingkup terkecil.
Motivator generasi muda Papua, Kaka Jose menyampaikan, berdasarkan pengalamannya mengunjungi berbagai kampung di seluruh kabupaten dan kota di Papua, menjadikan kehadiran polisi di tingkat distrik sering kali luput dari perhatian publik, padahal intensitas kerja polisi sangat tinggi.
“Hampir setiap hari ada saja undangan atau laporan polisi untuk berbagai permasalahan di rumah tangga, di lingkungan, yang diurus oleh teman-teman yang bertugas di Polsek,” ujar Kaka Jose di Jayapura, Selasa 30 Juni 2026.
Kaka Jose bilang, perselisihan lingkungan yang dahulu diselesaikan melalui lembaga adat atau gereja, kini mulai beralih ke kantor polisi terdekat. Polsek dinilai mampu menyediakan ruang yang netral dan solutif untuk memediasi konflik warga. Aktivitas mediasi yang konsisten ini mendapat apresiasi mendalam karena menuntut komitmen tinggi dari para personel.
“Saya mengapresiasi dan mau mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman polisi di daerah, di pelosok. Terima kasih sudah mengabdikan waktu, energi, dan semua sumber daya hampir setiap hari untuk mengurus hal-hal sedemikian,” katanya.
Apresiasi Kaka Jose terhadap kinerja kepolisian di daerah pelosok juga bertepatan dengan momentum hari jadi Korps Bhayangkara pada 1 Juli 2026. Dedikasi para personel di perbatasan dan kampung terpencil menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan serta kedamaian di wilayah timur Indonesia. “Saya juga mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-80 tanggal 1 Juli 2026. Teruslah melayani dengan hati.” (adv)


















