Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 21 Jun 2026 22:25 WIT

Papua Dapat Jatah 22 Ribu Unit Bedah Rumah, Mendagri Tito: APBD Enggak Akan Cukup


					Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kampung Mosso, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu 21 Juni 2026. Foto: Humas Kemendagri Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kampung Mosso, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu 21 Juni 2026. Foto: Humas Kemendagri

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kampung Mosso, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu 21 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program perumahan rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik, khususnya di wilayah Indonesia Timur. 

“Jadi hari ini kita datang ke titik ini, simbol sebetulnya, simbol untuk melaunching kegiatan renovasi atau bedah rumah sebanyak (22.379 rumah di seluruh wilayah Tanah Papua dan khusus Provinsi Papua sebanyak 4.500 rumah),” ujar Mendagri dalam rilisnya.

Mendagri menjelaskan, program perumahan rakyat merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, ia mengajak kepala daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. 

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan pihak terkait lainnya berdialog langsung dengan dua penerima bantuan, yakni Jems Nufri dan Sem Nota Foa, yang telah lama bermukim di Kampung Mosso. 

Saat meninjau kondisi rumah keduanya, Mendagri menilai bangunan tersebut memang layak mendapatkan bantuan BSPS. Kondisi rumah mengalami kerusakan berat yang ditandai dengan dinding lapuk, pondasi yang kurang kokoh, serta atap yang kerap bocor saat hujan. 

Menurut Mendagri, tingginya angka rumah tidak layak huni di wilayah Tanah Papua menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap program tersebut. 

“Kalau dihitung persentase yang selalu tertinggi di Papua Raya, satu dari tiga orang memiliki rumah yang tidak layak, 30 persen. Dan itu tidak akan mungkin diselesaikan oleh APBD karena APBD sudah fokusnya pada pendidikan, kesehatan, jalan, belanja pegawai,” sambung Mendagri. 

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di daerah. 

“Itu sangat lompatan yang belum pernah ada sebelumnya, belum pernah. Sudah (mari kepala daerah untuk) dukung penuh,” tandasnya. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. *** (Rls)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Festival Colo Sagu 2026, Gubernur Papua: Pilar Ketahanan Pangan

19 June 2026 - 21:03 WIT

Jurus Jitu Gubernur Mathius Cetak SDM Unggul Papua

12 June 2026 - 22:53 WIT

Rakor PMD se-Papua Perkuat Pembangunan Menyentuh Akar Rumput

12 June 2026 - 14:03 WIT

Gubernur Papua Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV ke Manokwari

11 June 2026 - 21:17 WIT

BWS Papua Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Kerja Sama Program P3-TGAI 2026

11 June 2026 - 17:45 WIT

Pemprov Papua Bersama BPMP Siap Kawal SPMB Bersih

9 June 2026 - 18:11 WIT

Trending di KABAR PAPUA