KABARPAPUA.CO, Nabire – Memperkuat akurasi data dalam perencanaan pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah Bidang Fisik dan Prasarana menyelenggarakan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Kegiatan strategis yang digelar di Aula Guest House Bapperida Provinsi Papua Tengah, Nabire, Papua Tengah, Rabu, 17 Juni 2026 ini, diikuti puluhan aparatur sipil negara dan perencana daerah, guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pemetaan spasial modern, yakni integrasi sistem pengumpulan, analisis, dan visualisasi data geografi secara digital.
Pelatihan ini difokuskan pada pengenalan konsep dasar geospasial hingga praktik langsung penggunaan perangkat lunak pemetaan. Peserta dibekali keterampilan untuk mengintegrasikan data statistik dengan titik koordinat wilayah.
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi menekankan, penguasaan teknologi geospasial sangat penting di era digital saat ini. Alasannya, data yang disajikan lebih faktual, berbasis lokasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara visual maupun analitik.
“Mengapa hal ini penting, karena memiliki peran dan fungsi mendukung pembangunan daerah, terkait pemetaan. Ini juga mencakup koordinat suatu program dilaksanakan. Sehingga saat pemerintah menyusun kebijakan, kami sudah ada data yang akurat dan terintegrasi,” jelas Elieser.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dan menghadirkan narasumber dari World Resources Institute (WRI) dengan sesi simulasi penyusunan peta digital komprehensif oleh para peserta.
“Kedepannya, Bapperida Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan teknologi SIG ke dalam seluruh dokumen perencanaan daerah, demi pelayanan publik yang lebih efisien dan efektif,” terang Elieser.
Dikutip dari beberapa laman, SIG memiliki peran yang sangat penting, diantaranya, perencanaan tata ruang dan wilayah, inventarisasi sumber daya alam, optimalisasi infrastruktur, distribusi layanan publik, dan mitigasi bencana. ***(Agies Pranoto)


















