Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KOTA JAYAPURA · 12 Jun 2026 19:23 WIT

Dinkes Kota Jayapura Gandeng Jurnalis Perang Lawan Stigma HIV AIDS dan Tuberculosis


					Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggandeng jurnalis di Kota Jayapura dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS dan Tuberculosis (TB).
Foto: Dinkes Kota Jayapura Perbesar

Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggandeng jurnalis di Kota Jayapura dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS dan Tuberculosis (TB). Foto: Dinkes Kota Jayapura

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggandeng media berkomitmen menekan angka penularan HIV AIDS dan TBC. Kolaborasi ini di bentuk di karenakan angka kasus HIV AIDS di kota Jayapura masih berada pada urutan pertama.

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS dan Tuberculosis (TB) yang berlangsung di Grand Abe Hotel, Jumat 12 Juni 2026 bertujuan untuk memperkuat kapasitas informasi media dalam menyebarkan edukasi yang tepat serta menekan angka stigma dan diskriminasi di masyarakat.

“Pentingnya kolaborasi bersama media, terlebih situasi penyebaran kedua penyakit ini masih menjadi tantangan serius di Kota Jayapura,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg Juliana Napitupulu dalam sambutannya.

Ia menuturkan Kota Jayapura menempati urutan pertama kasus HIV AIDS di Provinsi Papua. Hingga trimester pertama tahun 2026, jumlah kumulatif kasus HIV AIDS di Kota Jayapura melonjak hingga 11.235 kasus, meningkat dari total 10.946 kasus pada akhir tahun 2025.

Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggandeng jurnalis di Kota Jayapura dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS dan Tuberculosis (TB).
Foto: Dinkes Kota Jayapura

Sementara untuk kasus Tuberculosis sepanjang 2025 tercatat 3.007 kasus. Tren penularan terus diwaspadai seiring ditemukannya 932 kasus baru TB dalam periode Januari hingga Mei 2026.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Jayapura, Ns. Yusnita Pabeno.S.Kep.M.Kep menerangkan HIV AIDS dan bakteri Tuberculosis merupakan kombinasi infeksi yang saling memperparah penurunan sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga berisiko tinggi meningkatkan angka kesakitan hingga kematian.

Menurutnya penanganan medis, hambatan terbesar di lapangan adalah kuatnya stigma sosial bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) maupun penderita TB.

“Salah satu langkah strategis untuk memutus rantai penularan dan hambatan sosial ini adalah menyebarluaskan informasi yang benar secara terus-menerus. Media massa adalah wadah paling efektif karena jangkauannya yang luas ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya

Pemerintah berharap dari sosialisasi ini, jurnalis mendapatkan informasi dasar tentang HIV AIDS dan TBC yang akurat, termasuk menyamakan persepsi, agar berita yang diproduksi bisa lebih inklusif, suportif, dan penuh empati.

“Dengan berita yang mengedukasi, diharapkan dapat mengajak masyarakat agar tidak takut melakukan tes kesehatan secara sukarela dan mencari pengobatan medis sejak dini,” imbuhnya

Untuk di ketahui kegiatan sosialisasi ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi serta diskusi interaktif juga dihadiri sejumlah narasumber yakni perwakilan Dinkes Kota Jayapura, dr. Helena Picarima yang mengupas tuntas Informasi Dasar HIV dan AIDS, serta dr. Victor M., Sp.P yang mengulas materi seputar penanganan Tuberculosis, serta termasuk perwakilan jurnalis yakni Paul Tambunan dari Tribun Papua..

Sosialisasi juga melibatkan peran aktif dari komunitas lainnya, seperti Komunitas Rojali, Pelangi, IWAJA, serta LSM dan mahasiswa.

Melalui pemaparan materi dari Komunitas kelompok rentan  pihaknya berharap keterlibatan aktif jurnalis dalam memberikan perspektif nyata mengenai gerakan penanggulangan HIV AIDS dan TBC dalam pemberitaannya, dapat mengedukasi masyarakat secara luas terkait penyakit tersebut.

Komunitas ini menekankan edukasi publik akan jauh lebih efektif jika jurnalisme yang diproduksi memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. “Termasuk dalam peliputannya bisa menyertakan sudut pandang yang ramah terhadap komunitas rentan. Mimpi kami itu, jurnalis di Kota Jayapura bisa menjadi percontohan untuk jurnalis ramah kelompok rentan,” harapnya. *** (Imelda/Rls)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Andalkan Sektor Jasa, Pemkot Jayapura Optimis Target PAD Rp307,57 Miliar Terpenuhi

19 May 2026 - 23:39 WIT

Simbol Kerukunan, Pemkot Jayapura Dorong Distribusi Daging Kurban untuk Semua Umat

19 May 2026 - 09:27 WIT

Pemkot Jayapura Larang Penggunaan Kantong Plastik untuk Pembagian Daging Kurban

18 May 2026 - 21:43 WIT

Gebrakan Koperasi Merah Putih di Kota Jayapura

17 May 2026 - 23:21 WIT

Pemkot Jayapura Kirim 10 Paskibra untuk Seleksi Nasional

15 May 2026 - 13:02 WIT

8 ASN di Kota Jayapura Dipecat

14 April 2026 - 11:35 WIT

Trending di KABAR KOTA JAYAPURA