KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua menyelenggarakan acara Papua Economic & Investment Forum (PEIF) ke-2 Tahun 2026 yang dihadiri pemerintah daerah dari Provinsi Papua dan daerah otonomi baru (DOB), Kamis-Jumat, 4-5 Juni 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Menurut Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk mengidentifikasi dan mengakselerasi peluang investasi di Papua dan DOB.
“Hal ini sejalan dengan upaya mendorong transformasi ekonomi daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Warsono dalam siaran persnya kepada media di Papua, Rabu, 10 Juni 2026.
KPw Bank Indonesia Provinsi Papua diwakili Yunianto, selaku Kepala Tim Perumusan KEKDA Provinsi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, yang diwakili Herman Kayame, selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.
Menurut Warsono, penguatan investasi dan hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan di tanah Papua.
Warsono mengatakan, melihat besarnya potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, pariwisata, dan sumber daya manusia lokal, diperlukan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan.
“Hal ini untuk mendorong transformasi potensi tersebut menjadi peluang investasi yang konkret, meningkatkan daya saing daerah, memperluas lapangan kerja, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Warsono.

Mengusung tema “Mengakselerasi Pertumbuhan Papua Melalui Sinergi Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan pemaparan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua mengenai sinergi pembiayaan kreatif dan penguatan ekosistem investasi daerah berkelanjutan.
Sedangkan sesi pembekalan oleh Konsultan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari UGM terkait review rencana pembangunan Papua dan DOB, pembangunan pariwisata terintegrasi, dan optimalisasi aset daerah.
Selain itu, masing-masing pemerintah daerah yang diwakili oleh Biro Perekonomian, Bapperida, dan DPMPTSP dari Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan turut memaparkan rencana pembangunan daerah, potensi unggulan daerah serta perkembangan rencana investasi strategis di daerah yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan hilirisasi di tanah Papua.
Melalui penyelenggaraan PEIF ke-2 Tahun 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam membangun daerah melalui program investasi yang siap ditawarkan kepada investor.
Forum ini juga diharapkan mampu menghasilkan komitmen investasi yang konkret, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. ***(Siaran Pers)


















