KABARPAPUA.CO, Serui– RSUD Serui memastikan ketersediaan oksigen bagi pasien masih aman, meski mesin produksi oksigen rumah sakit mengalami gangguan. Pihak rumah sakit saat ini masih mengandalkan pasokan oksigen dari pihak ketiga sambil menunggu teknisi dan suku cadang datang dari luar negeri untuk proses perbaikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Serui, Erends Ampasoi, mengatakan pihak rumah sakit telah berkomunikasi dengan penyedia layanan agar perbaikan segera dilakukan. Namun, proses perbaikan membutuhkan waktu karena suku cadang yang rusak harus didatangkan dari luar negeri.
“Kerusakan terjadi pada bagian generator, tepatnya komponen bearing. Suku cadang itu harus dipesan dari luar negeri dan saat ini masih dalam proses pengiriman melalui Jakarta setelah melewati bea cukai,” ujar Erends, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, teknisi diperkirakan tiba dalam pekan ini untuk segera melakukan perbaikan mesin produksi oksigen tersebut. Erends bilang, kondisi oksigen di RSUD Serui belum sampai mengalami kekosongan. Untuk sementara, kebutuhan oksigen pasien masih dipenuhi melalui suplai dari pihak ketiga di Kabupaten Kepulauan Yapen dengan kualitas oksigen yang sama seperti hasil produksi rumah sakit.
“Kami memastikan stok oksigen masih aman. Memang ada kekurangan karena produksi dari mesin terganggu, tetapi kebutuhan pasien tetap terpenuhi melalui suplai dari pihak ketiga,” katanya.
Ia juga mengatakan penggunaan oksigen di rumah sakit kini diatur lebih ketat agar pemakaian lebih efektif dan sesuai kebutuhan medis pasien.
“Oksigen merupakan bagian dari terapi medis, sehingga penggunaannya harus berdasarkan ketentuan dan kebutuhan pasien, bukan digunakan untuk semua pasien,” jelasnya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga mulai merencanakan anggaran pemeliharaan rutin untuk peralatan produksi oksigen agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Erends menambahkan, manajemen penggunaan oksigen juga diperketat dengan pengawasan terhadap regulator dan aliran oksigen agar tidak terjadi pemborosan maupun penggunaan yang tidak sesuai prosedur.
“Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kekosongan oksigen sambil menunggu teknisi datang dan mesin selesai diperbaiki,” tandasnya.*** (Ainun Faathirjal)


















