Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 15 May 2026 16:52 WIT

Konflik Wouma Jayawijaya Berlanjut


					Bentrokan kedua massa di Jayawijaya yang berlangsung kearah Muai, Kabupaten Lanny Jaya. Foto: screenshoot video. Perbesar

Bentrokan kedua massa di Jayawijaya yang berlangsung kearah Muai, Kabupaten Lanny Jaya. Foto: screenshoot video.

KABARPAPUA.CO, Wamena– Konflik warga di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya berlanjut pada Jumat pagi, 15 Mei 2026, sekitar pukul 04.00 WIT. Sebelumnya, konflik kedua warga pecah pada Kamis 14 Mei 2026 yang mengakibatkan 5 rumah habis terbakar.

Informasi yang didapat kabarpapua menyebutkan aksi saling serang kedua kelompok warga sampai Jumat sore ini masih berlangsung. “Bentrok warga masih berlangsung dan saat ini bentrokan mengarah ke Muai, Kabupaten Lanny Jaya,” kata salah satu warga di Wamena.

Sementara akibat bentrokan yang terjadi Kamis kemarin menyebabkan Plt. Kepala Distrik Wouma mengalami pendarahan di kepala. Sedangkan sejumlah warga juga dikabarkan telah mengungsi akibat konflik tersebut.

Kepolisian setempat telah memperkuat konsolidasi dan bersiaga penuh untuk mencegah meluasnya konflik serta melindungi masyarakat yang terdampak. Polisi menurunkan personel gabungan Polres Jayawijaya dan Lanny Jaya serta Kompi 4 Yon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua.

Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere dałam pertemuan dengan Kapolda Papua, Irjen Pół Patrige Renwarin di Mapolda Papua di Koya Koso, Kota Jayapura menjelaskan konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada 2024. Situasi semakin kompleks setelah mediasi terkait pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang.

Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa dan menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh aparat gabungan bersama masyarakat.

Direktur Pamobvit Polda Papua selaku Plh. Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Dede Alamsyah menjelaskan fokus utama aparat saat ini adalah memastikan proses pencarian korban berjalan aman, sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan di tengah konsentrasi massa yang cukup besar di wilayah Wouma dan Kota Wamena.

“Langkah pengamanan terus diperkuat dengan menempatkan personel di titik-titik rawan serta melakukan koordinasi intensif bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah,” katanya. *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Sasar Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Waropen Gelar Operasi Patuh Cartenz 2026

27 October 2026 - 21:12 WIT

Trending di PERISTIWA