Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 27 Jul 2026 16:25 WIT

Tiga Hari Hilang, Nelayan di Kaimana Belum Ditemukan


					Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari. Foto:YosiasWambrauw/KabarPapua.co Perbesar

Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari. Foto:YosiasWambrauw/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Kaimana– Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap seorang nelayan bernama Suhardi,25 tahun yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Tanjung Bicari Kaimana saat memancing pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari kepada Kabarpapua.co di dermaga pelabuhan laut Kaimana, Senin 27 Juli 2026 menyebut, pihaknya baru menerima laporan terkait peristiwa ini dari pihak keluarga pada hari Minggu, 26 juli 2026.

Setelah menerima laporan tersebut, SAR Kaimana langsung melaporkan ke Basarnas Timika dan Pusat serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Polairut Polres Kaimana, Angkatan laut Kaimana, pihak keluarga, BPBD dan potensi lain, sehingga hari ini, Senin 27 Juli 2026 dilakukan pencarian.

Ia menjelaskan, kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima, pada hari sabtu lalu, ada sebanyak tiga perahu fiber yang keluar untuk memancing di perairan sekitar tanjung Bicari sekira pukul 04.00 Wit (dini hari), namun di pukul 10 .00 Wit, hanya dua perahu yang kembali.

Karena menunggu sampai pukul 12.00 satu perahu tidak kembali, maka keluarga kemudian melakukan pencarian hingga tengah malam tetapi hasilnya Nihil. Untuk itu, pada hari Minggu pihak keluarga melapor dan meminta bantuan ke SAR untuk melakukan pencarian.

Dalam kesempatan ini, Silas Wopari juga kembali mengingatkan masyarakat di Kabupaten Kaimana agar lebih berhati-hati saat hendak beraktifitas di laut. Baik bagi mereka yang akan melakukan perjalanan dari kota ke distrik dan kampung maupun bagi nelayan yang hendak melaut.

“Perhatikan faktor cuaca dengan menghimpun data dari BMKG, selanjutnya kesiapan dari perahu fiber termasuk kondisi mesin Jhonson dan BBM,” tutupnya. *** (Yosias Wambrauw)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Marak Pengeroyokan, Polres Kepulauan Yapen Gencarkan Patroli Humanis

14 September 2026 - 19:35 WIT

Bhayangkari Daerah Papua Tengah Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Paniai

13 September 2026 - 13:01 WIT

Terduga Pelaku Penembakan 3 ASN Jayawijaya Teridentifikasi

11 September 2026 - 20:53 WIT

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan 3 ASN Jayawijaya

10 September 2026 - 23:07 WIT

Sadar Hukum, Warga Supiori Serahkan Senpi Rakitan Kaliber 9 mm dan 45 mm ke Polisi

10 September 2026 - 22:37 WIT

Tinjau Lokasi Cetak Sawah, KKB Tembak 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya

10 September 2026 - 00:23 WIT

Trending di PERISTIWA