Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 1 May 2026 14:58 WIT

DP3AKB Papua Tengah Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Kearifan Budaya 


					Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar saat diwawancara wartawan di Nabire, Papua Tengah. (KabarPapua.co/Agies Pranoto) Perbesar

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar saat diwawancara wartawan di Nabire, Papua Tengah. (KabarPapua.co/Agies Pranoto)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah, menggelar kegiatan Pengembangan dan Penyediaan Materi Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi serta Hak-Hak Sesuai dengan Kearifan Budaya Lokal. Kegiatan ini digelar di Aula Hotel Carmel, Nabire, Papua Barat, Kamis, 30 April 2026. 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas DP3AKB Papua Tengah, Agustinus Bagau mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pemahaman terkait hak-hak kesehatan reproduksi dengan menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua.

“Khususnya masyarakat asli Papua, mereka masih menilai keluarga berencana (KB) ini adalah membatasi memiliki anak. Hal itulah yang ingin kami jelaskan ke mereka, bahwa kami tidak membatasi ini. Tapi lebih pada cara mengatur jarak kelahiran, agar anak yang dilahirkan benar-benar diurus dengan baik,” jelasnya. 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar menambahkan, pendekatan ini dipilih untuk mengatasi hambatan komunikasi dan budaya, di mana isu kesehatan reproduksi seringkali dianggap tabu. 

“Sebab dengan mengintegrasikan nilai-nilai adat, bahasa daerah, dan pelibatan tokoh masyarakat, pesan kesehatan reproduksi diharapkan lebih mudah diterima dan diterapkan oleh remaja serta masyarakat luas,” jelas Sarles.

Sarles juga mengatakan, sebagai provinsi baru (Papua Tengah), kualitas sumber daya manusia itu sangat penting. “Dan program KB ini mengedepankan bagaimana keluarga bisa menjadi keluarga yang sehat dan berkualitas,” katanya menambahkan. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni 30 April 2026 hingga 1 Mei 2026 ini, diikuti sejumlah tenaga medis dari 8 Puskesmas se-Papua Tengah, dinas kesehatan, DP3AKB se-Papua Tengah, lembaga adat, dan perwakilan dari beberapa klasis. ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ratusan Warga Nabire Rayakan Hari Integrasi dengan Pawai Merah Putih 

1 May 2026 - 14:35 WIT

Pembukaan Tujuh Dapur SPPG di Nabire Terpaksa Dijadwalkan Ulang 

25 April 2026 - 21:45 WIT

Gubernur Meki Nawipa: Pesantren jadi Pusat Pembinaan Moral untuk Papua Tengah Bermartabat

25 April 2026 - 10:54 WIT

Akses Makin Mudah, Batik Air Jawab Konektivitas Papua Tengah

23 April 2026 - 12:13 WIT

Bupati Paniai Serahkan Bantuan Solar Cell untuk Desa Terpencil

21 April 2026 - 23:36 WIT

Wapres Gibran Borong Buku dan Alat Tulis untuk Anak Yatim di Timika 

20 April 2026 - 23:48 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH