KABARPAPUA.CO, Serui – Pengembangan Kopi Ambaidiru di Kabupaten Kepulauan Yapen perlu didorong menjadi komoditas unggulan dan kawasannya menjadi agrowisata.
Untuk diketahui, saat ini Kopi Ambaidiru dikenal sebagai salah satu produk organik tanpa penggunaan pestisida, sehingga memiliki nilai jual tinggi di pasar.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Maikel Mora, menegaskan, perawatan tanaman kopi harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan dengan dukungan lintas pihak, termasuk dukungan anggota perwakilan rakyat.
“Kalau dirawat dengan baik, maka Kopi Ambaidiru bisa menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maikel, Jumat, 17 April 2026.
Untuk itu, kata Maikel, pengembangan Kopi Ambaidiru juga akan didukung melalui pembuatan film dokumenter yang mengangkat kehidupan masyarakat Suku Onate di wilayah pegunungan.
“Film dokumenter itu akan merekam aktivitas masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal seperti kopi, durian, vanili, dan sayuran. Film ini penting merekam sejarah dan kehidupan masyarakat sebagai pembelajaran bagi generasi mendatang,” jelas Maikel.
Selain itu, Maikel juga menekankan pentingnya penyediaan data pertanian yang akurat untuk mendukung pengembangan komoditas kopi.
“Kebun kopi harus didukung dengan data yang valid. Saat ini masih perlu pemutakhiran agar sesuai dengan kondisi tanaman produktif masyarakat,” terang Maikel.
Secara historis, Ambaidiru telah berkembang sejak sekitar tahun 1936, ditandai dengan aktivitas pertanian sayur. Wilayah ini juga mencatat berbagai peristiwa penting, mulai dari masa pendudukan Jepang hingga Belanda.
“Kami bersyukur atas dukungan ini, termasuk pembuatan film dokumenter Kopi Ambaidiru. Semoga semua pihak yang terlibat mendapat berkat,” tutup Maikel.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Tonny Tesar menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju lokasi produksi kopi di wilayah pegunungan.
“Akses jalan menuju lokasi produksi menjadi perhatian penting, namun tetap harus melalui persetujuan pemerintah daerah,” ujar Tonny.
Tony juga menyebutkan, kawasan Ambaidiru memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata melalui pengajuan ke kementerian terkait.
“Ambaidiru diharapkan bisa jadi kawasan agrowisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.
Tonny juga menekankan pentingnya dokumentasi perjalanan sejarah masyarakat Ambaidiru untuk dapat mengetahui sejarah perjalanan hadirnya kopi ambaidiru ini.
“Dari jalan setapak menuju harapan, ini adalah cerita perjuangan masyarakat yang harus direkam secara profesional untuk generasi mendatang,” terang Tonny.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan berupa sensor kayu, parang untuk pembersihan lahan, serta dukungan lainnya, guna menunjang aktivitas perkebunan masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)


















