Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 2 Apr 2026 21:11 WIT

Mimpi Anak-Anak Yayasan Al Khodijah Merauke Kini Terang dengan Listrik PLN


					Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze disaksikan oleh jajaran manajemen PT PLN (Persero) UP3 Merauke melakukan penyalaan ruang sekolah SMP Yayasan Al Khodijah, Merauke sebagai salah satu lokasi penerima bantuan Program TJSL PT PLN (Persero). (Dok PLN) Perbesar

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze disaksikan oleh jajaran manajemen PT PLN (Persero) UP3 Merauke melakukan penyalaan ruang sekolah SMP Yayasan Al Khodijah, Merauke sebagai salah satu lokasi penerima bantuan Program TJSL PT PLN (Persero). (Dok PLN)

KABARPAPUA.CO, Merauke – Malam di ufuk timur biasanya datang lebih cepat. Bagi anak-anak di Yayasan Al Khodijah, Merauke, saat jarum jam menunjuk pukul tujuh malam, buku-buku pelajaran sering kali harus ditutup lebih awal. 

Temaramnya lampu tak lagi sanggup menemani mata membaca akibat keterbatasan daya listrik yang membuat ruang belajar dipeluk remang. Namun, pemandangan itu kini tinggal kenangan. 

Hampir satu bulan terakhir, malam-malam di ruang-ruang di Yayasan Al Khodijah berpendar terang benderang. Anak-anak asuh kini bisa merampungkan tugas sekolah dengan senyum yang tak kalah terang dari lampu di atas kepala mereka.

Siapa sangka, terangnya malam di yayasan tersebut bermula dari hiruk pikuk masyarakat yang mengantre untuk membeli paket sembako di pasar murah yang digelar PT PLN (Persero). 

Alih-alih menjadi pendapatan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, seluruh hasil penjualan tersebut disulap menjadi penyambungan kWh meter, instalasi listrik, dan penambahan daya yang kini menghidupkan fasilitas umum dan masyarakat prasejahtera  salah satunya yaitu Yayasan Al Khodijah. 

Bagi para pengurus yayasan, aliran listrik ini bak jawaban atas doa yang dipanjatkan setiap malam. Keterbatasan daya yang dulu sering menghambat aktivitas saat ini tidak lagi menjadi persoalan. 

Wakhidan, salah satu pengawas Yayasan Al Khodijah mengatakan, dulu, kegiatan mengaji malam seringkali harus dibatasi karena kondisi penerangan yang kurang memadai. 

“Alhamdulillah, dengan bantuan listrik dari program PLN dan warga ini, anak-anak kami sekarang bisa belajar dengan nyaman. Semangat mereka berlipat ganda melihat terang di ruangan ini,” kata Wakhidan dengan mata berbinar.

Wakhidan menjelaskan, bantuan pasang baru kWh listrik dilakukan pada gedung asrama guru serta ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP) anak-anak yang sebelumnya hanya bertumpu pada satu instalasi listrik di gedung masjid. 

Petugas PLN selesai melakukan penyambungan listrik untuk gedung asrama putra Yayasan Rohmatul Ummah, Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (Dok: PLN)

Dengan kondisi  listrik yang terbatas, kata Wakhidan, penghuni yayasan hanya menggunakan lampu sebagai penerangan serta kipas angin agar daya tidak turun dan bisa digunakan merata. 

Sebab saat ini, kata Wakhidan, kebutuhan listrik dirasa sangat cukup, bahkan berlebih. Sehingga tak menutup kemungkinan bisa melakukan penambahan penggunaan alat-alat elektronik, guna menunjang kegiatan 256 siswa, baik yang tinggal di yayasan maupun yang datang untuk sekolah, serta kebutuhan para guru. 

“Terima kasih PLN atas kepeduliannya. Semoga program yang baik ini bisa terus berlanjut dan lebih banyak menebar kebaikan,” ujar Wakhidan. 

Hingga saat ini, program bantuan pemasangan listrik gratis dan penambahan daya bagi fasilitas umum tersebut telah terealisasi kepada 25 pelanggan yang terdiri dari 16 fasilitas umum dan 9 rumah pelanggan prasejahtera. 

Kedepannya, dana bantuan yang sudah terkumpul dari penjualan 1200 paket sembako seharga Rp70.000,- tersebut masih akan terus disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Merauke. 

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar mengungkapkan,PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan energi yang tidak hanya andal namun juga berdampak nyata untuk masyarakat khususnya di lingkungan sekitar. 

“Tidak hanya menjadi penopang aktivitas namun juga penerangan bisa menjadi sarana pendukung yang vital dari sisi pendidikan, ekonomi hingga kesehatan,” jelas Diksi. 

Program konversi dana sembako ini, kata Diksi, menjadi bukti bahwa PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai tetangga, sahabat, dan penggerak sosial yang peduli terhadap lingkungan. 

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menyisir lokasi-lokasi sosial mulai dari panti asuhan, sekolah, hingga tempat ibadah di pelosok Papua dan Papua Barat agar tak ada lagi sudut daerah yang tertinggal dalam kegelapan,” terangnya.***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Siapkan 1000 Paket Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera di Wayame

29 April 2026 - 13:56 WIT

Cara PLN Percepat Transformasi Layanan di RSUD Raja Ampat

29 April 2026 - 13:28 WIT

Jeritan Pengusaha Plastik di Serui Saat Harga Meroket Dua Kali Lipat

24 April 2026 - 12:37 WIT

BI: Partisipasi Responden Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Papua Selatan

22 April 2026 - 22:31 WIT

Bahan Baku Mahal, Harga Tahu di Serui Naik

22 April 2026 - 20:10 WIT

Pastikan Pasokan Terjaga, Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong

22 April 2026 - 17:29 WIT

Trending di BISNIS