KABARPAPUA.CO, Fakfak – Menjelang Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kampung Sum, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, menerima kado kemerdekaan yang telah lama dinantikan.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Irfan Djabar dalam siaran persnya ke media, PT PLN (Persero) secara resmi menghadirkan layanan listrik 24 jam untuk pertama kalinya di kampung tersebut, sebagai bukti nyata pemerataan energi di wilayah dengan tantangan geografis yang tidak mudah.
Keberhasilan ini dicapai melalui implementasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah. Sebanyak 105 calon pelanggan di Kampung Sum akan memperoleh sambungan listrik secara bertahap melalui program tersebut.
“Tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan, kolaborasi ini juga memberikan akses energi secara gratis bagi keluarga kurang mampu di wilayah tersebut,” tulis Irfan dalam pernyataan tertulisnya ke media di Papua, Kamis, 30 Juli 2026.
Sebelum hadirnya layanan PLN, masyarakat setempat sempat mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat bantuan Kementerian ESDM.
Namun, karena fasilitas itu telah lama rusak, warga terpaksa beralih menggunakan genset mandiri dengan biaya operasional bahan bakar tergolong tinggi.
Kini, pasokan energi di Kampung Sum telah menyala 24 jam penuh setelah PLN membangun infrastruktur kelistrikan baru di wilayah itu.
Hadir langsung di tengah masyarakat Kampung Sum, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengungkapkan apresiasi atas terwujudnya pemerataan akses kelistrikan di wilayahnya.

“Kehadiran listrik bukan lagi sekadar impian bagi warga Kampung Sum. Ini adalah wujud kerja nyata pemerintah daerah bersama PLN untuk memastikan tidak ada lagi wilayah yang gelap gulita,” jelas Samaun.
Menurut Samaun, adanya listrik dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih optimal. “Listrik juga akan membuka akses terhadap informasi dan teknologi yang pada akhirnya mendorong percepatan pembangunan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan dari PLN dihadapkan pada kondisi lapangan yang tidak mudah. Hambatan berupa hutan lebat serta cuaca ekstrem kerap menyulitkan proses mobilisasi tiang listrik dan kabel menuju Kampung Sum.
Disuplai melalui sistem kelistrikan Tetar, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,48 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,69 kms, serta memasang satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kilovolt-ampere (kVA) guna melistriki kampung serta menghadirkan energi bersih dan stabil.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menegaskan, pengoperasian jaringan di Kampung Sum merupakan bagian dari komitmen mewujudkan kemerdekaan energi di seluruh pelosok Papua.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan Fakfak, merasakan kemerdekaan dalam mengakses energi listrik,” jelas Roberth.
Menurut Roberth, meski harus hadapi kondisi alam sulit, berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pekerjaan dapat diselesaikan. “Sehingga warga kini dapat menikmati penerangan secara maksimal. Komitmen PLN tidak akan pernah surut untuk menghadirkan terang hingga ke wilayah pelosok,” ujarnya.
Masuknya infrastruktur kelistrikan yang andal ini diharapkan membawa dampak positif bagi warga Kampung Sum, mulai dari mendukung proses belajar anak-anak di malam hari hingga menggerakkan berbagai potensi usaha rumahan masyarakat lokal. Aksi progresif ini sekaligus mengukuhkan konsistensi PLN dalam menghadirkan keadilan energi di tanah Papua. ***(Siaran Pers)


















