KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jayapura melakukan inspeksi keamanan pangan takjil yang dijual selama bulan Ramadan.
Kepala BPOM Jayapura, Herianto Baan mengatakan, uji sampling dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan Entrop Angkatan Laut, Kota Raja, Abepura, hingga Sentani.
Produk takjil yang diuji langsung diperiksa kandungannya, terutama terkait bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow.
“Dari 190 sampel yang diambil, 129 sudah keluar hasilnya dan semuanya negatif dari kandungan bahan berbahaya. Trend di Kota Jayapura selama beberapa tahun terakhir menunjukkan produk takjil relatif aman dikonsumsi,” jelas Herianto usai melakukan sidak di Jayapura, Senin 9 Maret 2026
Meski hasil uji pengujian menunjukkan keamanan, BPOM tetap mengingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan dan higienitas agar takjil tidak tercemar secara biologis.
Selain itu, BPOM menggandeng DWP Kota Jayapura untuk memperluas sosialisasi tentang keamanan pangan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga sebagai konsumen utama. Langkah intensifikasi pengawasan dilakukan karena selama Ramadan dan Idul Fitri terjadi lonjakan kebutuhan pangan olahan.
BPOM ingin memastikan produk yang beredar tidak kadaluwarsa dan aman dikonsumsi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir membeli takjil di pasaran. *** (Imelda)


















