KABARPAPUA.CO. Makassar– Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan mencatatkan sejarah dengan menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) XVIII HIPMI 2026. Acara yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Minggu 15 Februari 2026 menjadi panggung perdana bagi provinsi baru tersebut di level nasional.
Dengan tema “HIPMI Penggerak Ekonomi untuk Indonesia Berdaulat”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia.
SDP XVIII bertujuan mengonsolidasikan kekuatan pengusaha muda dari seluruh Indonesia guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Ketua BPD HIPMI Papua Pegunungan, Anton Wetipo, yang hadir didampingi Sekretaris Umum Melisa Tabo dan para pengurus lainnya menegaskan, kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan membawa harapan besar bagi pembangunan di wilayah timur.
“Sebagai provinsi baru, kami tidak ingin sekadar menyamai pengusaha yang sudah sukses di wilayah lain, tetapi kami ingin berkolaborasi. Semua ilmu dari forum ini akan kami bawa pulang untuk membina pengusaha lokal di Papua Pegunungan agar lebih maju,” ujar Anton.
Anton bilang, membangun fondasi ekonomi di Papua Pegunungan sejalan dengan visi-misi Gubernur Provinsi Papua Pegunungan. Ia berharap estafet semangat ini bisa dinikmati oleh generasi penerus di masa depan.
Honai Bersama

Ke depan, setelah kepulangannya dari Makassar, HIPMI Papua Pegunungan telah menyusun agenda padat untuk memperkuat struktur organisasi di daerah, di antaranya:
Penyelenggaraan RAKERDA dan DIKLATDA, sebagai persiapan menuju Munas HIPMI. Lalu, melakukan forum bisnis dengan melaibatkan mitra strategis dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. HIPMI setempat juga akan mempersiapkan kantor sekretariat yang dijuluki sebagai “Honai Bersama”.
“Kami akan segera menggelar rapat anggota untuk membagi tugas pokok dan fungsi. Kami juga mengundang Pemprov Papua Pegunungan sebagai mitra strategis dalam Rakerda nanti,” Antonberujar.
Kolaborasi Pengusaha Lokal

Anton Wetipo juga mengajak seluruh anak muda dan pengusaha di delapan kabupaten di Papua Pegunungan untuk bergabung dan bangkit bersama HIPMI. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan pengusaha lokal sebagai agen perubahan.
“Kami meminta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah, khususnya Bapak Gubernur, untuk memberdayakan pengusaha muda agar bisa menjadi motor penggerak perubahan di wadah ini,” tegasnya.*** (Natalya Yoku)


















