KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang merupakan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) berskala nasional dan stasiun televisi tertua di Indonesia dengan pertama kali mengudara tahun 1962, akhirnya ditunjuk sebagai official broadcaster Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.
Secara serentak pada Minggu, 1 Februari 2026, TVRI menggelar Kick Off Piala Dunia FIFA 2026 di seluruh wilayah nusantara Indonesia, termasuk di Kota Jayapura, Papua.
Acara Kick Off rangkaian penyelenggaraan siaran piala dunia tahun 2026 di Kota Jayapura, Papua ini, digelar di halaman Kantor Stasiun TVRI Papua, Jalan Bhayangkara 1 C, Kota Jayapura.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Papua Jery Agus Yudianto mengatakan, pemerintah daerah Papua siap mendukung TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia, termasuk di Papua.

Untuk itu, kata Jery, penyediaan titik-titik siaran publik menjadi solusi agar masyarakat Papua tetap dapat menikmati laga-laga Piala Dunia secara merata, apalagi memang Papua masih memiliki wilayah blank spot.
“Namun melalui TVRI, yang memiliki prasarana dan data titik siaran publik di lokasi strategis, masyarakat tetap dapat menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026 secara bersama-sama,” terang Jery.
Kepala TVRI Stasiun Papua Erwin Hendarwin mengatakan, kegiatan kick off digelar serentak seluruh stasiun TVRI di Indonesia untuk menyosialisasikan Piala Dunia FIFA 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta.
Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung pada 11 Juni – 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sedangkan laga pembuka akan digelar di Estadio Azteca, Mexico City dan partai final di MetLife Stadium, New Jersey, dengan total 104 laga.

Erwin menegaskan, TVRI sebagai lembaga penyiaran publik berkewajiban memastikan siaran Piala Dunia FIFA 2026 dapat diakses masyarakat Papua, termasuk di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses siaran atau blank spot.
Erwin juga mengatakan, TVRI mendorong pelaksanaan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang dikelola bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Namun kegiatan nobar diharapkan melibatkan komunitas sepak bola serta UMKM, sehingga memberi multiplier effect dan peluang usaha bagi masyarakat, khususnya mama-mama Papua,” terangnya. ***(Makawaru Da Cunha/Cunding Levi)
























