KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura Kota bergerak cepat dalam menangani peristiwa meninggalnya seorang penumpang Kapal KM. Gunung Dempo saat berlayar menuju Pelabuhan Laut Jayapura, Senin malam 26 Januari 2026.
Korban bernama Dony (25), seorang mahasiswa dinyatakan meninggal dunia setelah perkelahian sesama penumpang di Deck 7 bagian luar kapal, diduga dipicu para pelaku dalam pengaruh minuman keras.
Jajaran Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi, serta melakukan koordinasi intensif dengan pihak PT Pelni, petugas keamanan kapal, dan pihak keluarga korban guna memastikan proses penanganan berjalan kondusif.
Situasi sempat memanas saat kapal sandar di Pelabuhan Laut Jayapura, ketika keluarga korban yang berjumlah sekitar 50 orang berupaya naik ke atas kapal dan terjadi aksi saling dorong. Namun berkat pendekatan persuasif dan dialog yang dilakukan aparat kepolisian, kondisi berhasil dikendalikan tanpa eskalasi lebih lanjut.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Reskrim Kompol I Dewa Gde Ditya K, menyampaikan telah menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan mengedepankan rasa kemanusiaan.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Kami memahami duka dan emosi keluarga, sehingga langkah-langkah Kepolisian dilakukan dengan mengedepankan dialog dan empati,” ucap Kompol Dewa.
Kepolisian setempat telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban. Ketiga terduga pelaku berinisial RW (20), DK (23) dan SW (18) yang saat ini dalam pengawasan aparat dan mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Jayapura, sebelum proses hukum lebih lanjut dilakukan.
“Kami pastikan proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada yang ditutup-tutupi, dan setiap pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban hukum,” kata Kasat Reskrim.
Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus Maclarimboen menegaskan komitmen institusinya dalam menjamin penegakan hukum yang adil sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk mengedepankan pendekatan humanis kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang terdampak.
“Kami hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memastikan rasa keadilan dan ketenangan di tengah masyarakat. Masyarakat jangan mudah terpancing emosi serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum,” katanya. *** (Katharina/rilis)
























