Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 10 Jan 2026 20:47 WIT

Salam Terakhir dari Pesisir Waindu Yapen


					Keluarga korban kecelakaan speedboag di Tanjung Waindu Yapen saat mengikuti prosesi pemakaman laut. Foto: Humas Pemkab Yapen Perbesar

Keluarga korban kecelakaan speedboag di Tanjung Waindu Yapen saat mengikuti prosesi pemakaman laut. Foto: Humas Pemkab Yapen

KABARPAPUA.CO, Serui– Langit di atas perairan Tanjung Andei seolah turut berselimut duka. Deburan ombak yang biasanya riuh, siang itu terasa lebih tenang, mengiringi sebuah perpisahan yang menyesakkan dada namun penuh hormat bagi para korban kecelakaan laut Waindu yang terjadi pada malam Natal lalu.

Di atas geladak kapal, Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, berdiri menatap hamparan biru laut yang luas. Dengan gerakan perlahan, ia melepaskan kelopak-kelopak bunga ke permukaan air—sebuah simbol empati dan duka mendalam dari seluruh masyarakat Yapen.

Ia tidak sendiri. Di sampingnya, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Baskoro Wijaya Admanto, Kasat Polair Iptu Eko Santoso, dan anggota DPRK Mika Runaweri turut menundukkan kepala. Di bawah pimpinan Pdt. Kristiano Tanawani, doa-doa tulus dipanjatkan, membumbung ke langit, mengantar para korban menuju tempat peristirahatan terakhir mereka di pelukan samudra.

rosesi Ibadah pemakaman laut yang dipimpin oleh Pdt. Kristiano Tanawani. Foto: Humas Pemkab Yapen.

“Ini adalah duka kita bersama. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa keluarga tidak berjalan sendirian dalam melewati badai ini,” tutur sang Wakil Bupati dalam keheningan prosesi, Sabtu 10 Januari 2026.

Sujud Syukur di Balik Air Mata

Usai melarung bunga di laut, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampung Waindu, Distrik Raimbawi. Di sana, suasana haru kembali pecah. Meski mata masih sembap, keluarga korban menyambut dengan ketabahan luar biasa melalui Ibadah Pengucapan Syukur.

Bagi warga Waindu, ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen penyerahan diri secara total kepada Sang Pencipta. H. Ampasoi, yang mewakili keluarga korban, berdiri dengan suara bergetar namun penuh rasa terima kasih. Ia mengapresiasi kehadiran pemerintah yang terus mendampingi sejak musibah terjadi pada 24 Desember 2025 silam.

Peletakan karangan bunga oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga. Foto: Humas Pemkab Yapen.

Di tengah suasana duka, terselip sebuah harapan tulus demi masa depan yang lebih baik. Keluarga korban menitipkan sebuah pesan kepada pemerintah: agar akses transportasi darat, khususnya jalur Trans Yapen, dapat segera diperhatikan dan diperbaiki.

Mereka berharap, di masa depan, tidak ada lagi nyawa yang harus bertaruh dengan ganasnya ombak jika jalur darat telah memadai. Aspirasi ini diterima dengan penuh simpati oleh Wakil Bupati sebagai pengingat bagi pemerintah untuk terus membangun demi keselamatan warganya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Canangkan Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI

27 July 2026 - 19:54 WIT

Musda VI KKSS Kepulauan Yapen Digelar, Siapkan Kepengurusan Baru

26 July 2026 - 18:07 WIT

Cegah Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal, OJK Papua Edukasi ASN Kepulauan Yapen

24 July 2026 - 22:26 WIT

Rian Hendrik Ajak Generasi Muda Kembangkan Seni Budaya Bernilai Ekonomi

24 July 2026 - 22:02 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Pastikan Revisi RTRW Berbasis Pembangunan Berkelanjutan

24 July 2026 - 10:02 WIT

UPP Serui Gelar Padat Karya 2026, Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Produktif

24 July 2026 - 09:42 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN