Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 6 Jan 2026 23:27 WIT

14 Ribu Orang Menganggur di Papua Tengah, Pemprov Gencarkan Program Vokasi


					Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Tengah, Frits Borai  Foto: Agies Pranoto/Kabarpapua.co Perbesar

Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Tengah, Frits Borai Foto: Agies Pranoto/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Nabire– Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah meluncurkan strategi proaktif untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas tercatatnya sekitar 14.000 pengangguran di seluruh provinsi sejak tahun 2025.

Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Tengah, Frits Borai menjelaskan angka pengangguran tertinggi terkonsentrasi di Kabupaten Mimika dan Nabire. Menurutnya, daya tarik sektor pertambangan dan perkebunan memicu arus kedatangan pencari kerja dari luar daerah, namun seringkali tidak dibarengi dengan keselarasan keterampilan (skill mismatch).

“Ada kurang lebih 14 ribu pengangguran se-Provinsi Papua Tengah sejak 2025. Penyebab utamanya adalah banyaknya masyarakat dari luar Papua Tengah dan ketidakselarasan keterampilan dengan kebutuhan industri,” ujar Frits Borai di Nabire, Selasa 6 Januari 2026.

Fokus Pemberdayaan SDM OAP Menyikapi tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Program Vokasi yang sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

“Program vokasi sudah berjalan. Kami mengirim peserta untuk pelatihan dengan tujuan jelas: begitu lulus, mereka harus langsung terserap oleh pasar kerja,” tegasnya.

Tantangan Penyerapan Tenaga Kerja Meski peluang kerja terbuka luas, Frits menyoroti rendahnya minat dan kesiapan tenaga kerja lokal pada sektor tertentu. Ia mencontohkan hasil komunikasi dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang siap menampung 1.500 pekerja, namun hanya terdapat 8 orang pendaftar.

Selain membuka jalur pelatihan, Disnakertrans ESDM juga mempermudah akses informasi lowongan melalui platform “Siap Kerja” serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pengawasan Upah dan Hak Pekerja Di sisi lain, Frits menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawasi implementasi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. Menurutnya, upaya menekan pengangguran harus berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak pekerja.

“Penekanan angka pengangguran harus dibarengi dengan perlindungan hak pekerja agar tercipta ekosistem kerja yang sehat dan produktif di Papua Tengah,” jelasnya. *** (Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 107 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

DP3AKB Papua Tengah Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Kearifan Budaya 

1 May 2026 - 14:58 WIT

Ratusan Warga Nabire Rayakan Hari Integrasi dengan Pawai Merah Putih 

1 May 2026 - 14:35 WIT

Pembukaan Tujuh Dapur SPPG di Nabire Terpaksa Dijadwalkan Ulang 

25 April 2026 - 21:45 WIT

Gubernur Meki Nawipa: Pesantren jadi Pusat Pembinaan Moral untuk Papua Tengah Bermartabat

25 April 2026 - 10:54 WIT

Akses Makin Mudah, Batik Air Jawab Konektivitas Papua Tengah

23 April 2026 - 12:13 WIT

Bupati Paniai Serahkan Bantuan Solar Cell untuk Desa Terpencil

21 April 2026 - 23:36 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH