KABARPAPUA.CO, Boven Digoel– Empat orang terduga provokator saat aksi anarkis unjuk rasa di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel ditangkap. Saat ini ke-4 orang tersebut dalam pemeriksaan di polres setempat.
Aksi anarkis massa awalnya berjalan dengan baik, namun jelang siang hari sempat terjadi kesalahpahaman yang memicu kericuhan hingga anarkis dengan menjarah sejumlah toko di sekitar lokasi unjuk rasa.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan Polri tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, selama dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Foto: Humas Polda Papua
“Namun, setiap bentuk kekerasan, pengrusakan fasilitas umum dan penyerangan kepada aparat tidak dapat dibenarkan dan akan ditindak sesuai prosedur hukum,” kata Cahyo, Rabu 22 Oktober 2025 .
Unjuk rasa warga di Tanah Merah terjadi pasca dari beredarnya video pemusnahan atau pembakaran mahkota Burung Cenderawasih yang dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua di Jayapura.
“Akibat aksi anarkis ini, 3 orang polisi terluka kena anak panah dan sabetan benda tajam saat mengamankan aksi massa. Saat ini ke-3 anggota Polri berada di RSUD Boven Digoel dalam perawatan medis,” kata Cahyo.
Hingga kini, aparat masih berjaga dan melakukan patroli dialogis di sejumlah titik di Tanah Merah mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Kapolres dan Dandim Boven Digoel terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. *** (Katharina)
























