Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 19 Jan 2026 15:48 WIT

Tokoh Agama Papua: TPN-OPM, Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo


					Tokoh Agama yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, S.Th, Foto: ist Perbesar

Tokoh Agama yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, S.Th, Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Yahukimo– Tokoh Agama yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, S.Th, menyampaikan imbauan tegas kepada kelompok TPN-OPM agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, khususnya di Kabupaten Yahukimo.

Dalam pernyataannya pada Senin (19/01), Pdt. Yones menyesalkan tindakan kekerasan yang menyasar warga sipil yang sejatinya hanya berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak memiliki senjata dan tidak seharusnya menjadi sasaran dalam konflik apa pun.

“Saya menghimbau dengan tegas kepada TPN-OPM, khususnya yang berada di Kabupaten Yahukimo, agar jangan lagi membunuh atau menyakiti masyarakat sipil. Mereka tidak bersenjata dan hanya mencari makan untuk menghidupi keluarga,” tegas Pdt. Yones.

Menurutnya, apabila perjuangan yang diklaim adalah demi Papua Merdeka, maka seharusnya dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak dengan mengorbankan rakyat sendiri.

“Kalau betul-betul berani berjuang, berjuanglah dengan cara yang benar. Jangan ganggu masyarakat sipil. Mereka bukan lawan. Tindakan menembak warga sipil lalu melarikan diri ke hutan hanya meninggalkan penderitaan bagi masyarakat yang tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Pdt. Yones juga menilai bahwa kekerasan terhadap warga sipil justru mencederai nilai-nilai perjuangan itu sendiri dan merusak tatanan kehidupan masyarakat Papua.

“Sebagai tokoh agama, saya menyampaikan dengan tegas: mulai hari ini, hentikan semua tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Jangan cari nama dan kepentingan dengan cara menyiksa rakyat Papua sendiri,” lanjutnya.

Selain itu, ia mempertanyakan arah dan kepemimpinan kelompok-kelompok bersenjata tersebut yang dinilai telah menyimpang dari tujuan awal perjuangan.

“Papua ini tanah perjuangan, tetapi siapa yang sebenarnya memimpin kalian? Banyak tokoh-tokoh besar perjuangan Papua sudah tidak ada, dan sekarang justru rakyat kecil yang menjadi korban akibat tindakan-tindakan seperti ini,” katanya.

Lebih lanjut, Pdt. Yones meminta aparat keamanan TNI-Polri untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan kekacauan dan kekerasan terhadap warga sipil.

“Saya mohon kepada TNI-Polri agar menindak tegas pelaku-pelaku yang mengganggu keamanan dan menyiksa masyarakat. Itu bukan perjuangan yang benar karena mengganggu aktivitas negara dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa para tokoh agama di Papua sangat prihatin atas banyaknya korban dari kalangan masyarakat sipil akibat aksi kekerasan tersebut.

“Kami para tokoh agama sangat prihatin. Banyak masyarakat sipil yang menjadi korban, khususnya di Kabupaten Yahukimo. Oleh karena itu, kami berharap aparat keamanan dapat menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tutup Pdt. Dr. Yones Wenda. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polres Mappi Bongkar Tempat Produksi Miras “Kaki Anjing”

30 April 2026 - 10:49 WIT

Kapolda Papua Tengah : Tak Boleh Ada Praktik Curang dan Intervensi

29 April 2026 - 16:08 WIT

Ajakan Tokoh Pemuda Jelang 1 Mei di Tanah Papua

29 April 2026 - 13:06 WIT

HUT ke-2 Polda Papua Tengah: Stabilitas Keamanan jadi PR Berat

29 April 2026 - 13:00 WIT

Pengendara Motor di Serui Masih Banyak Tak Pakai Helm

28 April 2026 - 21:19 WIT

Perkuat Akurasi Data, Lapas Nabire Lakukan Perekaman Biometrik Warga Binaan

28 April 2026 - 18:52 WIT

Trending di PERISTIWA