Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 19 Jan 2026 22:24 WIT

Peringatan Keras Ketua Adat Lapago Kota Jayapura untuk TPN-OPM


					Ketua Adat Lapago Kota Jayapura Provinsi Papua, Agus Rawa Kogoya. Foto: ist Perbesar

Ketua Adat Lapago Kota Jayapura Provinsi Papua, Agus Rawa Kogoya. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota JayapuraKetua Adat Lapago Kota Jayapura Provinsi Papua, Agus Rawa Kogoya, menyampaikan peringatan tegas kepada kelompok TPN-OPM yang beroperasi di seluruh wilayah Papua agar menghentikan aksi-aksi kekerasan yang menyasar masyarakat sipil, Kamis 19Januari 2026.

Agus nebegaskan perjuangan Papua Merdeka seharusnya dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak dengan cara mengorbankan masyarakat sipil, terlebih masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam konflik bersenjata.

“Perjuangan apa pun harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Aksi yang mencelakai masyarakat yang tidak bersalah bukanlah perjuangan. Apalagi korban-korban yang jatuh justru banyak berasal dari masyarakat OAP itu sendiri,” tegas Agus Rawa Kogoya.

Menurutnya, setiap bentuk perjuangan tetap memiliki batasan dan harus menghormati aturan serta nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Ia menekankan bahwa masyarakat sipil yang tidak bersenjata bukanlah lawan dalam perjuangan apa pun.

“Kalau mengatasnamakan perjuangan, maka harus tahu batas dan aturan. Lawan dari perjuangan bersenjata bukanlah masyarakat sipil yang tidak memiliki senjata dan hanya ingin hidup dengan aman,” ujarnya.

Agus juga menyoroti secara khusus sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, di mana banyak korban berjatuhan dari kalangan masyarakat sipil yang tidak bersalah. Ia menilai kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak agar tidak lagi mengulang tindakan serupa.

“Apa yang terjadi di Yahukimo harus menjadi pelajaran bersama. Banyak masyarakat sipil menjadi korban, dan ini sangat melukai hati kami sebagai masyarakat adat Papua,” katanya.

Oleh karena itu, Agus Rawa Kogoya mengimbau TPN-OPM agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan tidak menjadikan rakyat Papua sebagai korban dalam konflik berkepanjangan.

“Kami menghimbau dengan tegas agar tidak lagi mengganggu, menyakiti, apalagi menghilangkan nyawa masyarakat sipil. Jika benar berjuang untuk Papua, maka lindungilah rakyat Papua, bukan sebaliknya,” pungkasnya. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Komitmen Polda Papua Kawal Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab

5 May 2026 - 08:28 WIT

Mobil Modifikasi BBM Terbakar di Depan Polda Papua, Pengemudi Kabur

3 May 2026 - 22:16 WIT

Waspada Gelombang Tinggi di Pasifik Utara Papua

3 May 2026 - 07:01 WIT

Forum Pemimpin Redaksi Papua Terbentuk

2 May 2026 - 23:27 WIT

Polres Mappi Bongkar Tempat Produksi Miras “Kaki Anjing”

30 April 2026 - 10:49 WIT

Kapolda Papua Tengah : Tak Boleh Ada Praktik Curang dan Intervensi

29 April 2026 - 16:08 WIT

Trending di PERISTIWA