Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 21 Oct 2025 07:17 WIT

Gunakan Dana Otsus, RSUD Serui Jalankan Layanan Duka untuk OAP 


					Plt Direktur RSUD Serui, Erends Ampisoi . Foto: Adapun total anggaran program LaDuka tahun ini mencapai Rp500 juta, dengan 53 paket jenazah telah disalurkan, dan 20 berkas lainnya masih dalam proses pencairan di bagian keuangan. *** Ainun Faathirjal/KabarPapua.co Perbesar

Plt Direktur RSUD Serui, Erends Ampisoi . Foto: Adapun total anggaran program LaDuka tahun ini mencapai Rp500 juta, dengan 53 paket jenazah telah disalurkan, dan 20 berkas lainnya masih dalam proses pencairan di bagian keuangan. *** Ainun Faathirjal/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Serui–  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui sejak April 2025 telah melaksanakan program Layanan Duka (LaDuka) yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Layananan duka berupa bantuan sosial bagi keluarga pasien asal Orang Asli Papua (OAP) yang meninggal di rumah sakit.

Plt Direktur RSUD Serui, Erends Ampisoi menjelaskan kepada KabarPapua.co pelaksanaan program LaDuka bukan pemberian uang tunai langsung kepada keluarga, melainkan dalam bentuk bantuan sosial. Bantuan LaDuka berupa  peti jenazah, pakaian untuk pemulasaran, hingga pengantaran jenazah ke rumah duka.

“Dananya diambil berdasarkan jumlah kasus kematian di rumah sakit. Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar dirawat dan meninggal di RSUD Serui,” jelas Erends, di ruang kerjanya. Senin 20 Oktober 2025.

Ia menambahkan, program ini telah memiliki regulasi resmi dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kepulauan Yapen. Bantuan ini termasuk dalam paket unit layanan yang secara khusus ditujukan bagi masyarakat OAP melalui Dana Otsus.

Terkait mekanisme pencairan, Erends menjelaskan saat ini masih menggunakan sistem GU (Ganti Uang), di mana dana baru dapat dicairkan setelah seluruh bukti pengeluaran dimasukkan.

“Ke depan kami akan pikirkan mekanisme yang lebih cepat agar dana bisa langsung digunakan ketika dibutuhkan, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama,” ujarnya.

Erends mengakui, mekanisme administrasi sering kali membuat proses penyaluran bantuan sedikit terhambat. Namun, pihaknya tetap berupaya agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Adapun total anggaran program LaDuka tahun ini mencapai Rp500 juta, dengan 53 paket jenazah telah disalurkan, dan 20 berkas lainnya masih dalam proses pencairan di bagian keuangan. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS