Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 21 Jan 2026 13:28 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor


					Wabup Kepulauan Yapen Roi Palunga, saat pembahasan rencana investasi kakao, ditandai dengan penunjukan contoh hasil kakao lokal sebagai potensi unggulan daerah. (Foto Humas Pemkab Kepulauan Yapen) 
Perbesar

Wabup Kepulauan Yapen Roi Palunga, saat pembahasan rencana investasi kakao, ditandai dengan penunjukan contoh hasil kakao lokal sebagai potensi unggulan daerah. (Foto Humas Pemkab Kepulauan Yapen)

KABARPAPUA.CO, Serui – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen menggelar rapat bersama pihak investor dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua untuk membahas rencana investasi kakao berkelanjutan di Kepulauan Yapen, Selasa, 20 Januari 2026.

Rapat yang digelar secara daring melalui aplikasi zoom dari ruang rapat Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Yapen, merupakan tindak lanjut inisiatif Billy Gracia Mambrasar. 

Pertemuan dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga, perwakilan investor, Dinas Pertanian Kepulauan Yapen, Bappeda Kepulauan Yapen, dan penyuluh pertanian, serta para petani kakao.

Dalam paparannya, perwakilan investor, Fitrian Ardiansyah, menyampaikan ketertarikan serius terhadap pengembangan kakao di Kepulauan Yapen. 

Menurut Fitrian, potensi kakao Kepulauan Yapen sejalan dengan konsep komoditas berkelanjutan (sustainable commodity) yang saat ini sangat diminati pasar internasional.

“Pasar Eropa, Amerika, Australia, hingga Selandia Baru sangat memperhatikan aspek keberlanjutan, perlindungan hutan, serta penerapan sistem agroforestri dalam produksi kakao,” jelasnya.

Fitrian juga meminta data rinci terkait luas lahan, jenis kakao, tingkat produktivitas, sistem pascapanen, serta kelembagaan petani seperti koperasi atau badan usaha. 

Selain itu, kata Fitrian, pengiriman sampel kakao Kepulauan Yapen dinilai penting untuk diuji kualitasnya dan disesuaikan dengan kebutuhan calon pembeli.

Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga menyambut baik ketertarikan investor tersebut. 

Roi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan dukungan perencanaan, penganggaran, serta fasilitasi bagi petani dan investor.

“Kakao adalah masa depan ekonomi masyarakat kampung. Pemerintah ingin memastikan pasar dan harga yang jelas, sehingga petani kembali bersemangat merawat kebun kakao mereka,” jelas Roi. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kepulauan Yapen, total potensi lahan kakao mencapai sekitar 690 hektare. 

Dari jumlah itu, sekitar 129 hektare merupakan tanaman belum menghasilkan karena baru ditanam pada 2023, 79 hektare sudah berproduksi aktif, dan sekitar 482 hektare dikategorikan rusak. 

Meski demikian, lebih dari 100 hektare lahan yang disebut rusak masih berpotensi dipulihkan melalui pemangkasan dan perawatan intensif.

Perwakilan Dinas Pertanian Kepulauan Yapen Bidang Perkebunan, Amirudin, menjelaskan, sebagian kebun kakao tidak lagi dipanen bukan karena serangan hama, melainkan akibat ketiadaan pasar dan fluktuasi harga.

“Potensi kakao Kepulauan Yapen sebenarnya masih sangat besar. Dengan kepastian pasar dan dukungan investor, petani siap kembali mengelola kebun mereka,” jelas Amirudin.

Saat ini, kata Amirudin, tercatat sekitar 2.065 petani kakao di Kepulauan Yapen. Dengan rata-rata satu keluarga beranggotakan lima hingga enam orang, kebangkitan sektor kakao diperkirakan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ribuan warga.

Menutup rapat, Billy Gracia Mambrasar menegaskan komitmennya untuk segera menghubungkan Pemkab Kepulauan Yapen dengan jaringan pembeli kakao, baik di dalam maupun luar negeri. 

Rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026, dengan agenda pengiriman sampel kakao Yapen ke Jakarta untuk dipresentasikan langsung kepada calon investor dan pembeli.

“Ini momentum kebangkitan kakao Kepulauan Yapen. Kita ingin kakao kembali menjadi komoditas unggulan Papua yang memiliki daya saing global,” terang Billy.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat menghidupkan kembali kakao sebagai “emas hijau” Kepulauan Yapen, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wujudkan Kemerdekaan Energi, PLN Resmikan Aliran Listrik 24 Jam di Kampung Sum Fakfak

30 July 2026 - 20:30 WIT

CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK dan Beragam Solusi Digital

30 July 2026 - 15:42 WIT

Sambut HUT Ke-81 RI, 1.203 Pelanggan di Tanah Papua Nikmati Promo Tambah Daya PLN

29 July 2026 - 20:22 WIT

Fit and Proper Test Komisaris dan Direksi Baru Bank Papua Masih Tertunda

29 July 2026 - 17:02 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Canangkan Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI

27 July 2026 - 19:54 WIT

MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi

27 July 2026 - 13:03 WIT

Trending di BISNIS