Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 20 Jun 2025 23:42 WIT

Rakor PMD se-Papua: Dana Desa harus Mampu Wujudkan Kemandirian


					Rakor PMD se-Papua: Dana Desa harus Mampu Wujudkan Kemandirian Perbesar

KABARPPAUA.CO, Kota Jayapura– Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi Teknis Ke-PMD-an tingkat Provinsi Papua.

Mewakili Penjabat Gubernur Papua, rakor dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Triwarno Purnomo pada salah satu hotel di Kota Jayapura, Jumat 20 Juni 2025.

Triwarno menjelaskan program pembangunan kampung harus memberikan dampak kemandirian di kampung.

Dalam arahan Pj Gubernur Papua,  program pemberdayaan di kampung perlu dievaluasi, misalnya 10 tahun sudah melaksanakan dana desa  yang diiringi program seperti TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu), P3PD (Penguatan Pembangunan dan Pemerintahan di Desa) serta Koperasi Merah Putih yang secara kesluruhan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat di kampung.

Triwarno menyebut seluruh kampung di Papua mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, dan dalam melaksanakan setiap program yang bersifat strategis nasional  perlu didukung oleh daerah.

“Kita tetap fokus bagaimana program tersebut bisa kita laksanakan tanpa mengganggu kearifan lokal yang ada, sehingga dana desa, P3PD, TEKAD dan Koperasi Merah putih tetap memitigasi resikonya dan menentukan strategi apa yang lebih efektif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, melalui program P3PD kampung mempunyai pemerintahan kampung yang modern dan adaptif.  Lalu  melalui TEKAD, bagaimana kampung terpencil dan terisolir  bisa mempunyai kemandirian secara ekonomi, begitu juga dengan dana desa yang telah 10.tahun ini bagaimana pemanfaatannya lebih efektif.

“Kami berharap rakor ini dapat menghasilkan terobosan positif versi Pemprov Papua dengan bagaimana membangun kampung dengan tetap menghargai kearifan lokal ada,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Orang Asli Papua (DPMK-OAP), Max Olua mengatakan akor yang diikuti oleh seluruh kepala DPMK Kab/Kota se-provinsi Papua, merupakan bagian dari strategi Pemprov Papua dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kampung.

Rakor ini juga mendorong percepatan pembangunan kampung berbasis kearifan lokal, inklusi sosial dan integrasi program nasional maupun daerah.

“Rakor dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antara DPMK Provinsi dan Kab/Kota serta dukungan lintas sektoral seperti ketenagakerjaan, Koperasi-UKM, Biro Pemerintahan dan mitra pembangunan,” jelasnya.

“Rakor dilaksanakan untuk menyatukan persepsi bersama sehingga  seluruh program terintegrasi dengan baik dan peluang program yang ada di kampung bisa menghasilkan tujuan untuk masyarakat karena setiap program pasti ada kekurangan. Terlebih tiap program kampung itu berbeda-beda karakteristik dan tiap kampung bervariasi juga untuk anggarannya. *** (Natalya Yoku)

Artikel ini telah dibaca 171 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wagub Aryoko: Pelaksanaan MBG di Papua Tak Bisa Dilakukan Biasa-biasa saja

23 January 2026 - 15:34 WIT

Tim Penggerak Percepatan Pembangunan Dilantik, Gubernur Papua: Hadirkan Solusi Berdampak

15 January 2026 - 10:38 WIT

Hearing Center Hadir di RSUD Jayapura

9 January 2026 - 13:49 WIT

7 Regulasi Non-APBD 2026 Siap Ditetapkan untuk Pembangunan Inklusif Papua

9 January 2026 - 12:27 WIT

Perkuat Akuntabilitas, Gubernur Papua Serahkan DPA ke OPD

5 January 2026 - 18:04 WIT

Gubernur Papua Dorong ASN Tingkatkan Disiplin, Kinerja, dan Pelayanan Publik

5 January 2026 - 17:35 WIT

Trending di KABAR PAPUA