KABARPAPUA.CO, Merauke– Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan umat melalui penyaluran berbagai bantuan strategis di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Pada Jumat 10 April 2026, YBM PLN menyerahkan bantuan modal usaha UMKM, program dakwah, serta dukungan sarana prasarana pendidikan keagamaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.
Kegiatan dipusatkan di Aula TPQ Asy-Syafaat, Kelurahan Mandala, Distrik Merauke dihadiri perwakilan YBM PLN, pendamping desa, pengurus TPQ Asy-Syafaat, serta masyarakat penerima manfaat. Penyerahan bantuan ini difokuskan pada warga di Kelurahan Kamahedoga, mulai dari bantuan modal hingga pendampingan intensif. Melalui program ini, YBM PLN berharap para penerima manfaat (mustahik) tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga memiliki kemandirian yang kuat di masa depan.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menyampaikan aksi sosial ini menjadi komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menambahkan inisiatif tersebut tidak sekadar berfokus pada penyaluran bantuan semata, melainkan juga berorientasi kuat pada upaya membangun kemandirian warga secara jangka panjang.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN di tanah Papua tidak hanya memberikan terang listrik, tetapi juga terang bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Harapannya, penerima manfaat saat ini dapat terus berkembang dan suatu saat nanti mampu bertransformasi menjadi pemberi manfaat (muzakki), sehingga rantai kebaikan ini terus berlanjut tanpa putus,” ujar Roberth.

Dalam program pemberdayaan ekonomi, YBM PLN memberikan bantuan modal dan pendampingan usaha kepada pelaku UMKM. Bantuan tersebut disalurkan kepada satu orang penerima manfaat untuk modal kerja umum, serta dua penerima manfaat yang bergerak di bidang usaha produksi keripik tempe dan mete. Pendampingan dilakukan secara berkala agar modal yang diberikan dapat dikelola secara produktif, sehingga usaha mikro tersebut mampu naik kelas dan menjadi penopang ekonomi keluarga yang mandiri.
Tidak hanya fokus pada peningkatan ekonomi, program ini juga menyentuh aspek spiritual melalui dukungan program dakwah bagi 30 anggota komunitas Muslim Papua. Program ini mencakup kegiatan tausiyah rutin, zikir, serta doa bersama untuk para muzakki (pegawai PLN) yang diselenggarakan setiap Kamis malam selama enam bulan ke depan. Selain itu, YBM PLN juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk TPQ Asy-Syafaat guna mendukung terciptanya lingkungan belajar agama yang lebih layak dan nyaman bagi anak-anak di Merauke.
Salah satu penerima manfaat, Rustam, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk membantu meningkatkan usaha dan pendapatan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kami serta menjadi amal kebaikan bagi para pemberi,” ungkapnya.
Guna memastikan keberlanjutan program, YBM PLN turut menerjunkan Pendamping Desa melalui Program Desa Cahaya. Para pendamping ini bertugas memantau perkembangan usaha UMKM serta memastikan kegiatan keagamaan dan pembinaan berjalan konsisten. Melalui sinergi ini, PLN berharap dapat terus menyalakan harapan dan kemandirian masyarakat Papua Selatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan berdaya. *** (Rls)


















