KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Keamanan kelistrikan menjadi prioritas dalam menjaga aset negara dan keselamatan jiwa. Ini yang tertuang dalam siaran pers PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat kepada media di Papua, Kamis, 21 Mei 2026.
Menyadari itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat bersama Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih berkolaborasi dan bersinergi, guna memastikan distribusi energi listrik berjalan normal.
Dalam langkah kolaboratif ini, tim gabungan menginspeksi kelayakan instalasi listrik pada 17 kompleks rumah dinas prajurit terhitung sejak tanggal 18–22 Mei 2026.
Langkah ini merupakan upaya proaktif untuk mencegah risiko kebakaran akibat korsleting sekaligus menjaga keandalan distribusi energi listrik.
Komandan Zeni Daerah Militer (Zidam) XVII Cenderawasih, Kolonel Czi Irsad Wiyanto, mendukung sinergi bersama dengan PLN dalam penggunaan listrik aman dan sesuai prosedur.
Kegiatan ini, kata Irsad, juga penting dalam mengedukasi prajurit dan keluarganya tentang bagaimana menggunakan listrik aman, misalnya dengan selalu memastikan kabel, saklar, hingga pengaman listrik yang digunakan telah sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.
Langkah pemeriksaan instalasi listrik di rumah dinas prajurit, kata Irsad, menjadi langkah mitigasi agar tak terjadi hal-hal yang merugikan satuan.
“Ini kegiatan yang sangat baik. Selain penertiban, juga sebagai langkah mitigasi untuk mencegah hal-hal di luar prosedur dalam penggunaan listrik yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” kata Irsad.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Jayapura, Heri Sutikno, menyampaikan aksi preventif yang dilakukan bersama dengan Kodam XVII Cenderawasih menjadi upaya dalam mitigasi kebakaran akibat instalasi yang tidak sesuai standar.
Heri menambahkan bahwa perkembangan penggunaan peralatan elektronik membuat banyak instalasi lama sudah tidak sesuai dengan kebutuhan daya saat ini.
Melalui kegiatan ini, kata Heri, PLN juga melakukan penilaian ulang terhadap kebutuhan listrik dan instalasi kabel di rumah dinas maupun kantor.
“Jika perlu dilakukan penambahan daya karena perkembangan teknologi dan kebutuhan peralatan, maka akan disesuaikan dengan kebutuhannya. Tujuannya supaya pelanggan bisa menikmati listrik dengan aman sesuai kebutuhan dayanya,” kata Heri.
Menurut Heri, penggunaan listrik aman, legal, dan bijak dapat membantu konsumen dalam menghemat pengeluaran, serta menjaga stabilitas beban listrik pada jaringan.
“Upaya tersebut dapat diawali melalui tindakan praktis di kehidupan sehari-hari, seperti memutus aliran daya pada perangkat yang tidak terpakai dan beralih menggunakan lampu berteknologi hemat energi,” jelas Heri. ***(Advertorial)


















