Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 2 Jul 2025 14:43 WIT

Waspada Kusta, Dinkes Kepulauan Yapen Imbau Masyarakat Deteksi Dini


					Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kepulauan Yapen, dr. Franklin Numberi saat diwawancara wartawan. (IST) Perbesar

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kepulauan Yapen, dr. Franklin Numberi saat diwawancara wartawan. (IST)

KABARPAPUA.CO, Serui Sebanyak 63 kasus baru penyakit kusta (Leprosy) yang berasal dari Bakteri Mycobacterium Leprae, mencatat Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen menjadi lokasi penularan tertinggi periode Januari – Mei 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepualauan Yapen, dr. Franklin Numberi mengatakan, penyakit kusta merupakan penyakit menular disebabkan bakteri Mycobacterium Leprae.

“Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan kulit, saraf, dan jaringan tubuh jika tidak segera diobati. Saat ini total 63 kasus ditemukan dengan 39 penderita laki-laki dan 24 perempuan, yang mayoritas ditemukan pada orang asli Papua,” katanya, Rabu, 2 Juli 2025.

Franklin juga menyatakan, kusta dapat menular kepada orang-orang yang tinggal dalam satu rumah, terutama bagi penderita yang tidak menjalani pengobatan secara tuntas, mengingat kusta dapat menular akibat kontak waktu yang lama.

“Jika tidak terdeteksi secara dini dan tidak ditangani baik, risiko penularan kepada anggota keluarga serumah akan meningkat. Sehingga kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri saat muncul gejala, sangat penting,” terangnya.

Dinkes Kabupaten Kepulauan Yapen mencatat secara geografis sekitar 60 persen kasus ditemukan di wilayah Serui Kota, Distrik Yapen Selatan, dengan jumlah mencapai 35 kasus dan termasuk wilayah episentrum penularan yang memerlukan perhatian dan intervensi lebih lanjut.

“Masyarakat harus memahami bahwa kusta bukan penyakit kutukan atau aib. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, dan semakin cepat diketahui, semakin besar kemungkinan sembuh tanpa komplikasi,” paparnya.

Franklin menjelaskan, perlunya pemahaman tentang penyakit kusta untuk mencegah penyebaran dengan melakukan sanitasi pada lingkungan tempat tinggal yang padat untuk menekan faktor risiko utama kasus penyakit kusta.

“Untuk itu, kami mengajak masyarakat menghilangkan stigma terhadap penderita kusta, dan aktif berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” terangnya.

Sebagai langkah penanganan, kata Franklin, Dinkes Kepulauan Yapen terus menggencarkan kegiatan surveilans aktif, edukasi masyarakat, serta menyediakan pengobatan kusta secara gratis melalui puskesmas-puskesmas di wilayah terdampak.

“Juga terus melakukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan tokoh masyarakat dan aparat kampung. Juga terus diperkuat mencegah penyebaran lebih lanjut. Kusta bisa disembuhkan. Jangan takut, jangan diam, periksa sejak dini,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS