KABARPAPA.CO, Kota Jayapura– Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan penguatan administrasi kependudukan dan penyediaan data OAP yang valid, terpadu, serta akurat merupakan harga mati. Menurutnya, tanpa data yang dapat dipertanggungjawabkan, misi besar untuk memajukan masyarakat asli Papua akan sulit mencapai sasaran yang tepat. Hal inilah yang menjadi roh utama dalam Rapat Koordinasi Data Orang Asli Papua (OAP) se-Tanah Papua yang digelar baru-baru ini.
Wagub menyampaikan data OAP memiliki arti strategis yang sangat mendalam. Ia menyebut data sebagai fondasi utama dalam membangun Papua yang lebih adil.
“Data bukan sekadar angka administratif, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan penyusunan program pembangunan. Ini adalah cara kita memastikan bahwa keberpihakan pembangunan benar-benar dirasakan oleh Orang Asli Papua,” ujar Aryoko.
Langkah ini selaras dengan visi besar Pemerintah Provinsi Papua: “Papua Cerah” (Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni). Dengan data yang presisi, pembangunan diharapkan tidak lagi bersifat meraba-raba, melainkan inklusif dan menyentuh akar rumput
Membangun “Satu Data OAP” bukanlah pekerjaan satu malam. Aryoko menekankan perlunya kolaborasi raksasa yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten, serta lembaga adat dan tokoh masyarakat termasuk pemangku kepentingan di seluruh tanah Papua.
Menariknya, pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat teknokratis. Wagub menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap nilai adat, budaya, dan sejarah. Proses verifikasi data nantinya akan melibatkan komunitas adat untuk mendapatkan legitimasi sosial, sehingga identitas masyarakat Papua tetap terjaga dalam sistem administrasi negara. *** (katharina/Rls)


















