KABARPAPUA.CO, Serui – Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menghadiri acara penamatan Sekolah Alkitab Waropen Kelas Eksekutif Serui Tingkat I dan II Tahun Ajaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di GPdI Ekklesia Serui Kota, Rabu, 22 Oktober 2025.
Kegiatan yang mengusung tema “Belajar untuk Mengajar” ini diikuti oleh 44 siswa lulusan dari Tingkat I dan II Sekolah Alkitab Waropen Kelas Eksekutif Serui.
Dalam sambutannya, Wabup Kepulauan Yapen Roi Palunga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan penamatan tersebut.
“Sebagai orang beriman, sudah sepatutnya kita memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya, termasuk bagi Sekolah Alkitab Waropen Kelas Eksekutif Serui yang telah menyelesaikan seluruh proses belajar mengajar hingga sampai pada penamatan ini,” ujar Roi.
Roi menegaskan, momentum penamatan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari panggilan pelayanan yang sesungguhnya.
“Saudara-saudara bukan hanya belajar tentang pengetahuan Alkitab, tetapi juga dibentuk dalam karakter, iman, dan kasih. Saya optimis para lulusan mampu menjadi terang dan garam bagi dunia, serta menjadi pembawa damai dan teladan dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Roi juga memberikan apresiasi kepada pengelola, pengajar, serta keluarga para siswa yang telah mendukung proses pendidikan rohani ini. Ia menilai keberadaan sekolah Alkitab memiliki peran penting dalam membangun moral dan spiritual masyarakat sebagai fondasi kokoh pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah mendorong agar para lulusan dapat memberi kontribusi positif, tidak hanya dalam lingkup gereja, tetapi juga di tengah kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat,” jelas Roi.
Kepala Sekolah Alkitab Waropen, Pdt. Dorus Buinei menjelaskan, program Kelas Eksekutif Serui merupakan inisiatif Majelis Daerah Papua Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) untuk mempersiapkan pelayan jemaat lokal di berbagai daerah.
“Program ini telah berlangsung sejak Februari hingga Oktober 2025, selama sembilan bulan. Kelas I dan II masing-masing menyelesaikan 24 mata pelajaran dengan bobot dua SKS per mata pelajaran,” ujarnya.
Pdt. Dorus menambahkan, pihaknya berharap para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk melayani di jemaat-jemaat lokal, terutama di wilayah atau kampung yang belum memiliki gereja.
“Majelis Daerah GPdI Papua juga membuka kesempatan bagi para wisudawan untuk melayani di tempat-tempat yang membutuhkan tenaga rohani,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)
























