KABARPAPUA.CO, Berlin– Travel Papua, salah satu pelaku pariwisata di Bumi Cenderawasih hadir pada Internationale Tourismus-Börse Berlin (ITB) Berlin 2026 yang merupakan pameran pariwisata dan travel terbesar di dunia. ITB Berlin 2026 dilaksanakan di Messe Berlin, Jerman, pada 3-5 Maret 2026. Tahun ini menjadi tahun ketiga Travel Papua ikut dalam pameran pariwisata terbesar di dunia.
ITB Berlin 2026 mempertemukan peserta pameran dari berbagai destinasi, operator tur, hotel, maskapai penerbangan, penyedia teknologi, dan lainnya untuk berjejaring, memamerkan produk, serta membahas tren seperti pariwisata berkelanjutan, wisata petualangan, mewah, dan teknologi perjalanan.

Edisi kali ini, ITB Berlin 2026 merayakan ulang tahun ke-60 dengan motto “Discover the stories behind 60 years of legacy” (Temukan cerita di balik warisan 60 tahun) dan diharapkan menjadi edisi istimewa dengan partisipasi internasional yang kuat.
CEO Travel Papua, Theodor Ronald Oldet menyebutkan acara ini menjadi spesial karena bertepatan dengan 60 tahun keberadaan ITB Berlin sebagai platform utama industri pariwisata global.
“Travel Papua hadir di paviliun Wonderful Indonesia Hall 26, Stand 111, Posisi Table 6 yang menjadi representasi resmi promosi pariwisata Indonesia di kancah internasional,” ujar Theo.
Travel Papua mengeksplorasi berbagai paket wisata, destinasi unggulan di Papua seperti Raja Ampat, Pegunungan Jayawijaya, Teluk Cenderawasih, serta pengalaman budaya, petualangan alam, dan ekowisata yang autentik.

Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Travel Papua untuk memperluas jaringan bisnis, menarik wisatawan mancanegara, dan memperkenalkan keindahan serta keberagaman Papua sebagai destinasi berkelanjutan.
“Dengan tema besar ITB Berlin 2026 yang menekankan warisan 60 tahun industri travel serta tren seperti adventure tourism dan responsible tourism, Papua punya potensi besar untuk menonjol sebagai destinasi alam dan budaya yang masih relatif jarang dieksplorasi oleh wisatawan Eropa,”ujarnya.
ITB Berlin 2026 diharapkan dihadiri ribuan pelaku industri dari seluruh dunia, menjadikannya momentum emas bagi promosi pariwisata Indonesia, termasuk wilayah timur seperti Tanah Papua. *** (rilis)


















