Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 31 May 2024 13:02 WIT

Tingkatkan Kompetensi, BI Papua Kirim Petani dan PPL Studi Banding di Pulau Jawa


					Petani dan penyuluh pertanian  lapangan (PPL) Papua saat belajar good agricultural practices (GAP) di daerah produsen pangan dan hortikultura di Pulau Jawa. (BI Papua) Perbesar

Petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Papua saat belajar good agricultural practices (GAP) di daerah produsen pangan dan hortikultura di Pulau Jawa. (BI Papua)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Papua) mengirim petani dan penyuluh pertanian  lapangan (PPL) Papua untuk belajar good agricultural practices (GAP) di daerah produsen pangan dan hortikultura di Jawa.

Pembelajaran GAP selama 3 hari bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas produksi serta mendukung pengendalian inflasi. Perwakilan petani/PPL berasal dari Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Rangkaian pembelajaran GAP yang diselenggarakan oleh BI Papua bersama dengan Petani dan PPL yang dimulai pada tanggal 28 Mei 2024. Agenda diawali dengan kegiatan capacity building implementasi best practice pasar lelang dengan komoditas cabai di Kabupaten Magelang,  Jawa Tengah.

Agenda ini bersama dengan Koperasi Pemasaran Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kelompok Tani Kembang Sari.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penerapan pasar lelang cabai di wilayah Papua. Hal ini agar dapat memotong rantai pasok yang panjang sehingga petani mendapatkan harga yang wajar dan stabil,” kata Kepala Kantor BI Perwakilan Papua, Faturachman.

Petani dan PPL Papua saat belajar good agricultural practices (GAP) di daerah produsen pangan dan hortikultura di Pulau Jawa. (BI Papua)

Selain di Magelang, para petani juga studi banding penerapan pertanian organik di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. para petani juga belajar penerapan Internet of Things (IoT) dalam implementasi digital farming bersama Paguyuban Al-Barokah.

Hal ini sebagai respon terhadap kerap terjadinya kenaikan harga serta kelangkaan pupuk kimia. BI Papua berharap dapat memberikan insight ke petani dan PPL untuk dapat memulai penerapan pertanian organik dan memproduksi pupuk organik secara mandiri.

“Ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga tingkat kesehatan lahan pun tetap terjaga.  Penerapan digital farming bertujuan meningkatkan produktivitas serta mengurangi biaya usaha tani,” terangnya.

Untuk mengembangkan budidaya bawang putih khususnya di Papua Pegunungan, pada 30 Mei 2024 telah dilakukan capacity building budidaya bawang putih. Ini sebagai implementasi GAP di Kelompok Tani Berkah Tani, tepatnya di Learning Center Bawang Putih, Guci, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

“Capacity building ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian bawang putih di wilayah Papua, khususnya Papua Pegunungan yang memiliki karakteristik tanah dan wilayah berdataran tinggi,” jelasnya lagi.

Petani dan PPL Papua saat belajar good agricultural practices (GAP) di daerah produsen pangan dan hortikultura di Pulau Jawa. (BI Papua)

Sebelumnya, pada 27 Mei 2024 dalam rangka turut mengembangkan destinasi wisata yang berbasis pada inisiasi masyarakat. BI Papua menyertakan Ketua Pokdarwis Serehtua, Sentani, Haris Yoangka, dalam studi banding di Desa Wisata Penglipuran, Bali.

Studi ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia Papua untuk mendukung pengembangan sektor pertumbuhan ekonomi baru di Papua. Pengembangan tersebut yaitu pariwisata dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan budaya.

“Desa Wisata Penglipuran dipilih sebagai tujuan studi karena reputasinya. Sebagai contoh sukses dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis budaya,” kata Faturachman.

Berdasarkan rilis BPS, dari 4 provinsi yang merupakan wilayah kerja BI Papua, inflasi 3  provinsi berada pada target kisaran sasaran nasional. Provinsi Papua catatkan tingkat inflasi tahunan terendah se-Indonesia pada bulan April 2024 (1,78% yoy).

Inflasi Provinsi Papua Selatan dan Papua Pegunungan masih terjaga dalam rentang target inflasi nasional. Adapun rentang tersbeut yakni 2,5±1% (masing-masing 3,04% yoy dan 2,71% yoy). Sementara Provinsi Papua Tengah masih berada di atas rentang target inflasi nasional, yakni 4,37%. *** (Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tabungan BRI Simpedes, Kini Hadirkan Panen Hadiah Simpedes

25 June 2024 - 05:59 WIT

PLN Papua Siagakan 3 Tower ERS Guna Tingkatkan Keandalan Listrik di Sorong

24 June 2024 - 20:50 WIT

Komitmen Bank Indonesia Bawa Kopi Papua Go Internasional

21 June 2024 - 19:18 WIT

KPR BRI Green Financing Memudahkan Miliki Rumah Ramah Lingkungan

21 June 2024 - 16:24 WIT

Hebat! PLN Masuk 10 Besar Jajaran Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

19 June 2024 - 18:00 WIT

BritAma Rencana Tawarkan Solusi Biaya Pendidikan Anak di Masa Depan  

18 June 2024 - 09:02 WIT

Trending di BISNIS