KABARPAPUA.CO, Serui – Lima orang yang menyeberang dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Kabupaten Waropen dilaporkan belum tiba di tujuan setelah mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Tim Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan hingga Senin, 24 Agustus 2026 masih melakukan pencarian. Kepala SAR Basarnas Serui, Thommy M. Lewerissa mengatakan, kelima orang ini berangkat dari kawasan Jembatan 3000, Kota Serui, sekitar pukul 05.00 WIT menggunakan speedboat dengan dua mesin masing-masing berkekuatan 15 PK.
“Tim kami sendiri telah bergerak sejak pukul 07.00 WIT bersama tim gabungan dari Pos TNI AL dan Kodim. Tim Polairud Kabupaten Kepulauan Yapen juga melakukan pencarian secara terpisah menggunakan peralatan sendiri,” kata Thommy.
Sementara dari Kabupaten Waropen, dua unit speedboat dari tim gabungan Polairud Waropen juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian.
Menurut Thommy, informasi terakhir yang diterima menyebutkan mesin speedboat mengalami kerusakan. Salah satu penumpang kemudian berkomunikasi dengan keluarga dan pihak kepolisian sekitar pukul 17.00 WIT dan menyampaikan bahwa mereka hanyut di laut.
Namun, posisi terakhir kelima orang tersebut belum diketahui secara pasti. Kondisi tersebut semakin menyulitkan pencarian karena adanya kabut tebal yang mengganggu jarak pandang di wilayah perairan. “Untuk koordinat posisi terakhir, kami belum mendapatkan titik yang pasti,” ujarnya.
Kelima orang yang berada di dalam speedboat tersebut terdiri dari tiga anggota Polres Waropen dan dua warga sipil. Mereka masing-masing Amsal Yowei sebagai motoris, Malfin Yowei, Lamek Abon, Farel Raunsai, dan Melfin Maniani.
Thommy mengatakan tim SAR telah melakukan penyisiran dari belakang Pulau Nau ke arah timur berdasarkan informasi dan perhitungan terakhir yang diperoleh. “Kami tetap berpikir positif. Bisa saja korban selamat dan berteduh di suatu tempat karena mesin mengalami kerusakan,” katanya.
Menurutnya, tim di lapangan akan terus melakukan pencarian hingga sore hari sebelum melakukan evaluasi dan koordinasi untuk menentukan pola pencarian berikutnya. “Kami berharap korban dapat ditemukan hari ini,” ujarnya.
Thommy juga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar memperhatikan kondisi cuaca dan memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia meminta masyarakat memastikan kondisi mesin dan ketersediaan bahan bakar sebelum melakukan perjalanan laut. Penggunaan alat navigasi seperti GPS juga disarankan, terutama untuk perjalanan antarpulau.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melaut untuk mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, mesin dan BBM. Bila perlu membawa alat GPS,” katanya.
Imbauan tersebut dinilai penting karena kondisi cuaca dan jarak pandang di wilayah perairan dapat berubah. Thommy juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang akibat kebakaran di sejumlah wilayah Papua.
Hingga Senin, 24 Agustus 2026, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima orang tersebut. Pos SAR Serui juga tetap bersiaga menerima informasi terbaru terkait perkembangan operasi pencarian. ***(Ainun Faathirjal)




















