Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 17 Aug 2026 20:29 WIT

Tambang Bawah Tanah Kucing Liar Jadi Kunci Masa Depan Produksi PTFI


					Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. Foto: Agis Pranoto/KabarPapua.co Perbesar

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. Foto: Agis Pranoto/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Tembagapura– PT Freeport Indonesia (PTFI) optimis dapat memulihkan kapasitas produksinya secara bertahap menyusul serangkaian tantangan operasional dan keamanan sepanjang tahun 2025-2026. 

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dalam amanahnya saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia  menyatakan,  kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua tahun ini.

“Meskipun badai menerpa, surut kita berpantang. Berkat kerja keras Recovery Team, upaya pemulihan operasi tambang terus berjalan. Komitmen jangka panjang melalui pengembangan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar dengan total investasi mencapai Rp72 triliun yang diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga sepanjang masa operasinya,” ujar Tony Wenas di Tembagapura, Senin 17 Agustus 2026.

Sementara dalam proses pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) bukanlah pekerjaan mudah. Tim harus memindahkan 800 ribu ton material lumpur basah, memperbaiki infrastruktur yang rusak, serta mengganti sistem ventilasi raksasa. Namun, berkat koordinasi prima, perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas tahun ini.

Ke depan, PTFI menargetkan kapasitas produksi meningkat hingga 75 persen pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027. Selain itu, Smelter PTFI di Gresik juga telah siap beroperasi penuh. Bersama PT Smelting, fasilitas ini akan memiliki kapasitas pemurnian 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia. *** (Agis Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas Indonesia U-16

10 September 2026 - 10:57 WIT

Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

2 September 2026 - 22:44 WIT

Pulih Sepenuhnya di 2027, Freeport Bidik Setoran Rp100 Triliun ke Kas Negara

18 August 2026 - 17:29 WIT

Di Balik Khidmatnya HUT RI di PTFI, Tony Wenas Kenang 9 Rekan yang Telah Tiada

17 August 2026 - 18:10 WIT

Semangat “One Freeport” Menyatu di HUT ke-81 RI

17 August 2026 - 17:17 WIT

Freeport Edukasi 1.035 Mahasiswa KKN Uncen Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

22 July 2026 - 19:50 WIT

Trending di KABAR FREEPORT