KABARPAPUA.CO, Tembagapura– PT Freeport Indonesia (PTFI) optimis dapat memulihkan kapasitas produksinya secara bertahap menyusul serangkaian tantangan operasional dan keamanan sepanjang tahun 2025-2026.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas dalam amanahnya saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia menyatakan, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua tahun ini.
“Meskipun badai menerpa, surut kita berpantang. Berkat kerja keras Recovery Team, upaya pemulihan operasi tambang terus berjalan. Komitmen jangka panjang melalui pengembangan Tambang Bawah Tanah Kucing Liar dengan total investasi mencapai Rp72 triliun yang diproyeksikan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga sepanjang masa operasinya,” ujar Tony Wenas di Tembagapura, Senin 17 Agustus 2026.
Sementara dalam proses pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) bukanlah pekerjaan mudah. Tim harus memindahkan 800 ribu ton material lumpur basah, memperbaiki infrastruktur yang rusak, serta mengganti sistem ventilasi raksasa. Namun, berkat koordinasi prima, perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas tahun ini.
Ke depan, PTFI menargetkan kapasitas produksi meningkat hingga 75 persen pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027. Selain itu, Smelter PTFI di Gresik juga telah siap beroperasi penuh. Bersama PT Smelting, fasilitas ini akan memiliki kapasitas pemurnian 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia. *** (Agis Pranoto)













