KABARPAPUA.CO, Nabire– Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Nabire menggelar Education Fair 2026 di Lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Education Fair berlangsung 6–7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan tahun kedua sebagai panggung unjuk gigi bagi talenta muda vokasi di Nabire.
Ketua Panitia, Dr. apt. Nur Alam Abdullah menyampaikan agenda ini menjadi langkah strategi dalam upaya menjemput bola untuk memperkenalkan keunggulan SMK.
“Education Fair ini bukan sekadar pameran, tapi media pengenalan bagi adik-adik SMP sekaligus ajang bagi siswa SMK mengasah mental sebelum terjun ke dunia kerja,” kata Nur Alam dalam sambutannya.
Dengan tema “Kreatif dan Inovasi untuk SMK Bisa Siap Kerja, Wirausaha Hebat”, kegiatan ini diikuti oleh 14 dari 19 SMK di Kabupaten Nabire. Masing-masing sekolah mendirikan stan yang memamerkan keahlian unggulan, mulai dari teknologi, otomotif, hingga hasil pertanian.
Potensi Lokal

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd mewakili Bupati Mesak Magai, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk membuktikan bahwa siswa SMK di Nabire memiliki daya saing tinggi.
“Ini adalah tempat bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berinovasi dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Yulianus sembari melakukan pemotongan pita simbolis.
Antusiasme juga terpancar dari para siswa. Ignasius, siswa kelas XI SMK Pongtiku, mengaku bangga sekolahnya bisa terlibat. “Ini pengalaman luar biasa bagi kami untuk menunjukkan apa yang kami pelajari di kelas kepada masyarakat luas,” katanya.
Dukung Program Pemerintah
Dalam kegiatan tersebut, Ketua MKKS SMK Kabupaten Nabire, Yohanes Singgamui, S.Pd memastikan SMK di Nabire siap mendukung program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, SMK memiliki jurusan Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan yang sanggup menyuplai kebutuhan bahan pangan mandiri. “Kami ingin SMK tumbuh mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Kami punya produknya, kami punya SDM-nya,” jelas Yohanes.
Menanti Dukungan Industri
Meski semangat siswa membara, Yohanes tidak menampik tantangan besar yang dihadapi, yakni minimnya industri di Nabire untuk tempat Praktik Kerja Industri (Prakerin).
“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah dapat menjembatani kerja sama agar siswa kami mendapatkan tempat praktik yang layak. Pengalaman nyata di lapangan adalah kunci agar mereka tidak canggung saat benar-benar bekerja nanti,”katanya. *** (Alfian Dharmala)


















