Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 23 Dec 2024 15:41 WIT

Seabad Pekabaran Injil di Kepulauan Ambai Jadi Sarana Pemersatu Perbedaan


					Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Suzana Wanggai menerima obor peringatan seabad pekabaran injil di Kepulauan Ambai. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Suzana Wanggai menerima obor peringatan seabad pekabaran injil di Kepulauan Ambai. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Masyarakat Distrik Kepulauan Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua menyambut sukacita perayaan 1 abad pekabaran injil.

Sukacita ini tersirat saat penyerahan obor yang diterima Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Susana Wanggai pada Minggu 22 Desember 2024.

Penyerahan obor juga didampingi Ketua Klasis Yapen Selatan, Pendeta Maria Mayor. Peringatan 1 abad pekabaran injil di Kepulauan Ambai mengusung tema “Kasih Kristus menggerakkan kemandirian gereja, mewujudkan keadilan perdamaian dan kesejahteraan “.

Dalam sambutannya Pj Bupati Suzana Wanggai berharap lewat 1 abad peringatan Injil di Kepulauan Ambai ini menjadi sarana pemersatu dengan tujuan membangun pulau tercinta. Ia mengajak masyarakat terus menjaga kesatuan dan persatuan untuk seluruh masyarakat kampung Ambai.

“Tepat 22 Desember 2024, injil masuk di Kepulauan Ambai. Jadi mari sama-sama bersatu. Perbedaan tetap ada, tetapi jadikan sebagai wujud keberagaman dan kekayaan bukan sebagai konflik,” ucapnya.

Arakan perahu masyarakat pembawa obor peringatan seabad injil di Kepulauan Ambai. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Ketua Panitia, Pendeta Marthen Waromi, mengatakan 100 tahun emas injil di Kepulauan Ambai membangkitkan kembali nilai-nilai sejarah masuknya injil. Kebangkitan ini lewat pembuatan Tugu Perahu, Lagu Ambai, Al Kitab berbahasa Ambai, dan penulisan sejarah berbahasa Ambai.

“Nilai-nilai ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat dalam merayakan 100 tahun Injil di Kepulauan Ambai,” ucapnya.

Marthen mengajak seluruh masyarakat lintas agama untuk saling bertoleransi, menjaga kerukunan dan menghormati nilai-nilai iman. Hal ini juga sebagai potensi mengembangkan visi dan misi yang dikaryakan Allah secara kontekstual  dan lewat pelayan-pelayanan.

“Saya harap momentum 100 tahun Injil ini dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat Kepulauan Yapen, khususnya di Kepulauan Ambai,” tutupnya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS