Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 26 Mar 2024 20:58 WIT

Polda Papua Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Jayapura, 2 Orang Ditangkap


					Dua pelaku peredaran obat terlarang saat berada di Mapolda Papua, Selasa 26 Maret 2024. (Dok Istimewa) Perbesar

Dua pelaku peredaran obat terlarang saat berada di Mapolda Papua, Selasa 26 Maret 2024. (Dok Istimewa)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kepolisian Daerah Papua membongkar peredaran obat terlarang jenis Trihexyphenidyl di wilayah Kelurahan Hamadi, Kota Jayapura. Dua orang ditangkap terkait kasus tersebut.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Alfian mengatakan, keduanya tertangkap di lokasi berbeda. Sebanyak 1.435 butir obat terlarang diamankan dalam kasus ini.

Terbongkarnya peredaran obat terlarang berawal dari informasi masyarakat soal masuknya paket obat-obatan lewat jasa pengiriman di Hamadi.Dari informasi itu, Opsnal Subdit II melakukan penyelidikan hingga mengamankan pelaku berinisial R.

“Pelaku, anggota tangkap di parkiran Hamadi Perikanan pada pukul 13.50 WIT. Dari tangan pelaku, anggota menemukan paket kiriman berisi obat-obatan jenis Trihexyphenidyl,” terang Alfian, Selasa 26 Maret 2024.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku R mengaku memperoleh obat-obatan dari pelaku berinisial AA. Selanjutnya, anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku AA.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, obat terlarang tersebut diperoleh dari Tanggerang. Sementara pelaku R mengaku obat terlarang itu untuk konsumsi pribadi,” katanya.

Alfian menambahkan, pihaknya akan mendalami keterangan para pelaku mengingat jumlah barang bukti obat terlarang cukup banyak. Sementara keduanya telah mendekam di Rutan Mapolda Papua untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita tetapkan keduanya sebagai tersangka. Keduanya terancam Pasal 435 atau Pasal 436 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.  *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polda Papua Tengah: Vape Dilarang untuk Polisi, Tanpa Pengecualian

3 November 2026 - 11:27 WIT

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Trending di PERISTIWA