KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan di Ujung Timur Indonesia terus dipacu. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Gubernur Papua guna menyerap aspirasi dan memperkuat sinergi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kamis 5 Maret 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan pusat selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Prihati menegaskan bahwa masukan dari daerah, termasuk kritik membangun, adalah mesin penggerak transformasi layanan. Ia menekankan bahwa setiap peserta JKN di Papua berhak mendapatkan pelayanan optimal tanpa adanya perbedaan perlakuan di fasilitas kesehatan.
“Pelayanan kepada peserta harus menjadi prioritas dan tidak boleh ada perlakuan berbeda. Aspirasi yang kami terima akan ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah agar manfaat JKN terasa lebih luas,” tegas Prihati.
BPJS Kesehatan turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Provinsi Papua dalam mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC). Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi warganya, yang bahkan telah diakui lewat penghargaan tingkat nasional.
Fasilitas Terbatas Bukan Penghalang
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menyatakan bahwa tantangan geografis dan keterbatasan jumlah rumah sakit terus diatasi dengan penguatan komitmen layanan.
“Kami terus mendorong rumah sakit meningkatkan mutu layanan. Yang terpenting, jangan sampai ada penolakan terhadap pasien karena kesehatan adalah kebutuhan dasar,” ujar Aryoko.
Pemerintah Provinsi Papua juga menegaskan bahwa alokasi anggaran kesehatan tetap menjadi prioritas utama demi memastikan akses pelayanan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Papua. *** (rilis)


















