KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– PT PLN (Persero) Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Indonesia Power (IP) Holtekamp menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem Papua.
Memperingati Hari Bumi, perusahaan melakukan aksi penanaman ratusan bibit pohon di area lingkungan pembangkit guna mendukung misi Green Company dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 220 bibit pohon ditanam di sekitar area operasional. Pemilihan jenis pohon mencakup tanaman produktif dan pohon peneduh untuk memberikan manfaat maksimal bagi kualitas udara dan tanah, di antaranya bibit buah mangga, nangka, hingga pohon trembesi yang dikenal sebagai penyerap karbon yang efektif.

Aksi penanaman pohon dilakukan bersama dengan lintas sektor meliputi internal PLN UBP IP Holtekamp dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jayapura.
Senior Officer Engineering Penyaluran Energi Primer dan Abu PT PLN IP UBP Holtekamp, Dio Alfinsyah Kaparang menyampaikan, penanaman ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Komitmen kami adalah keberlanjutan untuk melestarikan alam. Ini bukan agenda pertama dan akan terus berlanjut ke area-area lain di sekitar PLTU,” ujar Dyo Alvin.
Selain penghijauan, PLN juga terus berinovasi dalam pengelolaan limbah operasional. Salah satunya melalui pemanfaatan FABA (Fly Ash and Bottom Ash), yakni sisa pembakaran boiler yang dikelola secara kompeten agar tetap ramah lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jayapura menyambut positif inisiatif ini. Heni Poja, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Jayapura menyebutkan, PLTU Holtekamp secara konsisten mematuhi standar lingkungan sejak masa pembangunan.
Dia bilang, keterlibatan PLN dalam PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) membuktikan bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas utama dalam operasional perusahaan.
“Dengan kegiatan ini, PLN telah membantu pemerintah kota dalam menjaga kualitas udara, tanah, dan air bagi masyarakat Jayapura,” tutur Heni. *** (Katharina)


















