Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

LINGKUNGAN · 5 Apr 2026 17:50 WIT

Aksi Konservasi Bawah Laut Pertamina Patra Niaga di Negeri Laha


					Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura galakkan program CSR restorasi terumbu karang. (Foto dok: Pertamina) Perbesar

Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura galakkan program CSR restorasi terumbu karang. (Foto dok: Pertamina)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menggalakkan program CSR restorasi terumbu karang dengan menggaungkan Harmoni Laut Ambon guna mendukung konservasi keragaman hayati bawah laut Negeri Laha. 

Dalam siaran persnya ke media pada Minggu, 5 April 2026, kegiatan yang berlokasi di Dusun Air Manis, Negeri Laha ini, berkolaborasi dengan Spice Island Resort dan Komunitas Diving Kota Ambon. 

Tujuan kegiatan ini, untuk melestarikan kekayaan bahari laut Negeri Laha, sebagai salah satu destinasi selam ternama di dunia yang menawarkan keragaman biota micro bawah laut.

Febri Nur Faizin selaku Aviation Fuel Terminal Manager Pattimura mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah Pertamina dalam mendukung konservasi terumbu karang di Negeri Laha. 

“Kedepannya kami akan terus berkontribusi dalam keanekaragaman hayati dengan memperluas wilayah restorasi terumbu karang ini,” kata Febri. 

Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura galakkan program CSR restorasi terumbu karang. (Foto dok: Pertamina)

“Harapannya dengan terumbu karang yang sehat maka terjaga pula rumah untuk berbagai biota laut serta mendukung kegiatan wisata di Negeri Laha,” kata Febri menambahkan.

Menurut Raja Negeri Laha, Yasir Mewar, negeri Laha merupakan salah satu desa wisata unggulan di Indonesia yang dikenal dengan keragaman hewan bawah lautnya.

Salah satu hewan endemik yang banyak digemari para penyelam disini itu adalah FrogFish. “Sayangnya semakin hari ekosistem Laut Negeri Laha semakin terancam banyaknya sampah dan kerusakan terumbu karang,” ujar Yasir.

Ketua Pelaksana Harmoni Laut Ambon, Afik Tuasikal mengatakan, salah satu faktor kerusakan terumbu karang ini diakibatkan jangkar kapal yang kerap dijatuhkan tanpa titik tambat.

“Sehingga hal itu merusak susunan terumbu karang. Hal ini berdampak buruk pada ekosistem kehidupan bawah laut yang ada,” terang Afik.

Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura galakkan program CSR restorasi terumbu karang. (Foto dok: Pertamina)

Sedangkan menurut Dive Instuctor di Spice Island Resort, Anwar Madea, beberapa cara dan metode dicoba dalam upaya melestarikan terumbu karang di Negeri Laha agar hasilnya maksimal.

“Kami melakukan restorasi terumbu karang dengan dua metode modul yang berbeda yakni spider web dan umbrella web,” kata Anwar.

Modul tersebut, kata Anwar, diletakkan di sekitar kedalaman 20 meter dari garis pantai dan ditanam dengan sejumlah 50 bibit terumbu karang.

Sekadar diketahui, Harmoni Bawah Laut tak hanya mencakup restorasi terumbu karang saja, tetapi juga meliputi lomba foto bawah laut bagi para penyelam.

Hal itu sebagai upaya mendorong potensi wisata selam yang diikuti oleh sebanyak 18 penyelam dimana 4 diantaranya merupakan penyelam dari luar negeri. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PLN Tanam Ribuan Pohon, Rehabilitasi Pesisir Holtekamp Jayapura

29 November 2025 - 22:42 WIT

Roots of Energi: PLN IP UBP Holtekamp Hijaukan Jayapura di Hari Menanam Pohon

29 November 2025 - 20:00 WIT

Setahun Pemerintahan, Indonesia Perkuat Posisi Diplomasi Iklim Global

29 November 2025 - 11:12 WIT

MRP Temui Gubernur Papua Bahas Insiden Mahkota Cenderawasih

24 October 2025 - 23:35 WIT

Anggota MRP Utusan Kepulauan Yapen Imbau Penghentian Perburuan Burung Cenderawasih

23 October 2025 - 17:09 WIT

Waket II MRP Imbau Masyarakat Jaga Situasi Kondusif di Tanah Papua

22 October 2025 - 22:25 WIT

Trending di LINGKUNGAN