Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

LINGKUNGAN · 16 May 2026 22:12 WIT

3 Perguruan Tinggi di Papua Perkuat Konservasi Laut di Melanesian Ocean Summit 2026


					penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).
Kesepakatan ini menandai lahirnya Bismarck Solomon Seascape (BSS) Science Hub – University Partnership di bawah kerangka Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF). Foto: ist Perbesar

penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Kesepakatan ini menandai lahirnya Bismarck Solomon Seascape (BSS) Science Hub – University Partnership di bawah kerangka Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF). Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Universitas dan mitra strategis dari Indonesia, Papua Nugini, serta Kepulauan Solomon resmi memperkuat kerja sama regional melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).

Kesepakatan ini menandai lahirnya Bismarck Solomon Seascape (BSS) Science Hub – University Partnership di bawah kerangka Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF).

Penandatanganan berlangsung dalam Melanesian Ocean Summit 2026 di APEC Haus, Port Moresby, Papua Nugini, dihadiri lebih dari 50 perwakilan perguruan tinggi, pemerintah, LSM, lembaga riset, serta mitra pembangunan regional dan internasional.

Kesepakatan ini mencerminkan komitmen trilateral dalam mengedepankan kolaborasi berbasis sains dan tata kelola kelautan berkelanjutan di kawasan Bismarck Solomon.

Peran Perguruan Tinggi Papua Mewakili Indonesia, Universitas Papua (UNIPA), Universitas Cenderawasih (UNCEN), dan Universitas Okmin Papua (UOP) mengambil peran penting dalam kolaborasi ini.

Bersama universitas dari Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, kemitraan ini difokuskan pada: Riset pesisir dan kelautan, Inovasi dan publikasi bersama, Pertukaran dosen dan mahasiswa, dan Pengembangan kebijakan publik berbasis sains

Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari jaringan WWF (Indonesia, Papua Nugini, Solomon Islands, dan WWF Pacific) serta mitra pembangunan lainnya. WWF Indonesia secara khusus mendampingi perguruan tinggi dan pemerintah daerah, serta berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk memastikan kelancaran proses hingga penandatanganan MoA.

Komitmen serupa ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang. Dukungan ini menjadi wujud nyata mendorong pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan bentang alam (landscape) dan bentang laut (seascape).

Keterlibatan pemerintah daerah dinilai krusial untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan, konservasi, serta penguatan kapasitas masyarakat adat.

Melalui penandatanganan MoA ini, seluruh pihak menegaskan komitmen untuk memajukan kerja sama regional, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, serta pengelolaan perikanan berkelanjutan demi terwujudnya pembangunan inklusif di kawasan Bismarck Solomon Seascape dan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle). *** (Rls)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Merajut Kehidupan Laut Jayapura, Mengubah Abu FABA Menjadi Surga Biota

18 September 2026 - 19:32 WIT

Jejak Plastik di Tonotwiyat

17 September 2026 - 05:04 WIT

Kabut Asap Meluas di Nabire, WALHI Papua Desak Audit Konsesi dan Penegakan Hukum

16 September 2026 - 06:58 WIT

Pulihkan Ekosistem Pesisir, PLN Bangun Rumah Ikan FABA di Holtekamp Kota Jayapura

4 September 2026 - 20:37 WIT

Perwakilan Masyarakat Distrik Makimi Sampaikan Aspirasi ke DPR RI dan DPD RI

29 August 2026 - 17:09 WIT

Penantian Panjang Berakhir, Hujan Guyur Sebagian Wilayah Nabire

29 August 2026 - 11:26 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH