Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 2 Apr 2024 15:43 WIT

Pengiriman Paket di Kantor Pos Jayapura Turun 12 Persen, Yahukimo Malah Nihil


					Aktivitas transaksi pengiriman di Kantor Pos Cabang Jayapura. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Aktivitas transaksi pengiriman di Kantor Pos Cabang Jayapura. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – PT Pos Indonesia Cabang Kota Jayapura mencatat penurunan transaksi pengiriman paket hingga 12 persen menjelang Lebaran.

Executive General Manager Kantor Pos Cabang Utama Jayapura, Kusnadi menjelaskan, penurunan transaksi pengiriman paket terjadi hingga pada 31 Maret 2024.

“Untuk trafiknya bandingkan di tahun 2023, biasanya aktivitas akan terjadi peningkatan itu seminggu sebelum Lebaran,” ujar Kusnadi di ruang kerjanya, Selasa 2 April 2024.

Kusnadi menyebut penurunan dominan terjadi di wilayah Kota Jayapura. Sementara luar kota justru mengalami peningkatan signifikan.

“Seperti di Arso naik 12 persen, bahkan Depapre 1.226 persen, Genyem 46 persen. Lereh 261 persen, Muara Tami juga naik 7 persen, Waena 13 persen, Wamena naik 20 persen. kemudian untuk penurunan justru di wilayah kota,”  katanya.

Sementara untuk Yahukimo, Kusnadi menyatakan belum ada transaksi sampai 31 Maret 2024. Angka ini berbanding jauh ketimbang tahun 2023 yang transaksinya mencapai 2.700.

“Mudahan-mudahan  sudah mulai terlihat tanda-tandanya. Penyebabnya mungkin di sana relatif tidak ada pendatang, sehingga masih nihil transaksisnya. Mungkin karena pasca pemilu serta belum begitu kondusif, sehingga hal ini mempengaruhi,” ujarnya.

Menurut Kusnadi, penurunan transaksi di wilayah Kota Jayapura, karena situasi saat ini masih terbawa dengan kenaikan harga. Selain itu juga masih dalam proses penyaluran bantuan sosial.

“Ini kan masih berjalan sehingga harapan saya warga masih menunggu itu untuk segera beraktivitas kembali untuk melakukan pengiriman. Biasanya menurut trend di kota, kenaikannya justru terjadi seminggu sebelum Lebaran,” katanya.

Adapun penyebab lain menurunnya transaksi di Kota Jayapura, karena situasi ekonomi yang berbeda antara tahun 2023 dengan  2024. Faktor pemilu serta Ramadan juga turut memberikan andil.

“Hal ini juga didominasi dengan paket-paket olshop, dan datanya ini paket atau parsel yang dikirimankan ke luar. Paket masuk kami mungkin hanya data dari transaksi,” terangnya.

Kusnadi menjabarkan jadwal untuk paket keluar di tahun 2023 tercatat 2.448 transaksi. Sementara 10 hari menjelang Lebaran tahun 2024 tercatat 2.276 transaksi.

Sementara untuk ongkos kirim atau biaya pengiriman mengalami penurunan 12 persen dari 253 juta menjadi 224 juta pada tahun 2024 ini.

“Penurunan ini juga karena adanya promo-promo selama Ramadan. Misalnya kirim parsel 2 kg cukup bayar 1 kg. Lalu, diskon untuk kiriman lokal sampai sampai 70 persen. Ini juga berpengaruh juga kepada besaran nominal yang masuk,” ujarnya. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

26 Tahun BUMN, BRI Manjakan Nasabah dengan Beragam Promo Menggiurkan

14 April 2024 - 22:59 WIT

Daya Beli Warga Jayapura Lesu Jelang Lebaran, Stok Bapok Menumpuk

9 April 2024 - 20:52 WIT

Idul Fitri 1445 H, PLN Sediakan 1.299 SPKLU

9 April 2024 - 14:06 WIT

Apel Siaga Kelistrikan Nasional Jelang Lebaran, Ini Persiapan PLN

9 April 2024 - 12:15 WIT

1.221 Petugas PLN Siaga Jaga Pasokan Listrik Saat Lebaran di Papua

8 April 2024 - 23:31 WIT

GM Pertamina Papua Maluku Blusukan ke Daerah, Cek Kesiapan Satgas RAFI 2024

8 April 2024 - 19:54 WIT

Trending di BISNIS