Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 7 May 2025 00:32 WIT

Pengelolaan Sampah Terbuka di TPA Aromarea Kepulauan Yapen akan Dihentikan


					Rakor Pemkab Kepulauan Yapen bersama Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua, Abdul Muin di Aula Ruang Rapat Setda Kepulauan Yapen, Selasa, 6 Mei 2025. (Foto Dok: Humas Pemkab Kepulauan Yapen) Perbesar

Rakor Pemkab Kepulauan Yapen bersama Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua, Abdul Muin di Aula Ruang Rapat Setda Kepulauan Yapen, Selasa, 6 Mei 2025. (Foto Dok: Humas Pemkab Kepulauan Yapen)

KABARPAPUA.CO, Serui – Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Aromarea di Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang menerapkan sistem pembuangan terbuka (Open Dumping), akan segera diberhentikan. Hal itu dikarenakan tidak memenuhi standar dan berpotensi mencemari lingkungan, serta mengancam kesehatan masyarakat.

Informasi terkait penghentian operasi TPA Aromarea ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 331 tentang penerapan sanksi administrasi berupa paksaan pemerintah penghentian pengelolaan sampah sistem Open Dumping TPA Aromarea, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Penghentian TPA Aromarea akan dialihkan dengan pengelolaan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Hal ini dibahas langsung Pemerintah Daerah Kepulauan Yapen melalui Rapat Koordinasi (Rakor), yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga dan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua, Abdul Muin.

Rakor ini sekaligus membahas teguran keras dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui surat edaran terkait penutupan TPA Open Dumping yang perlu dialihakan ke sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terstruktur, dan ramah lingkungan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Yapen, Rodaspus Patay dalam laporannya menjelaskan kondisi, tantangan, serta kendala yang dihadapi dalam menangani pengelolaan sampah di TPA Aromarea.

Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua Abdul Muin dalam rapat kordinasi ini menekankan tentang bahaya praktek Open Dumping terhadap lingkungan sekitar. “Jika ini terus dilakukan, akan berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar TPA,” jelasnya.

Rakor dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga dan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua, Abdul Muin. (Foto dok: Humas Pemkab Kepualauan Yapen)

Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga dalam rakor mengaharapkan beberapa upaya yang dapat dilakukan bersama dinas terkait, yakni, mengidentifikasi dan mengatasi kendala teknis, anggaran serta regulasi yang menghambat pengelolaan sampah.

Terus, menyusun roadmap pengelolaan sampah daerah yang terpadu dan berkelanjutan. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber. Menjalin Kerjasama lintas sektor dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Saya tegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen adalah mendorong transisi dari sistem Open Dumping menuju sistem yang lebih modern dan ramah lingkungan,” kata Roi.

Menurut Roi, sinergi ini perlu didukung lewat kerjasama bersama dinas dan lembaga terkait pengelolaan sampah yang baik dan sesuai standar, demi menciptakan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengola sampah. “Juga perlunya inovasi agar menghindari dampak buruk sampah yang menumpuk pada pembuangan sampah terbuka,” katanya.

Roi berharap, metode pengelolaan sampah TPA ke depan dapat mengedepankan aspek lingkungan dengan menggunakan sistem metode pengelolaan 3R, yaitu reduce (mengurangi), rause (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang). “Ini agar sampah yang dibuang ke TPA, hanya sampah yang benar-benar tak bermanfaat dan dapat membantu mengurangi beban sampah yang harus diolah di TPA,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 177 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS