KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Peneliti Intelligence and National Security Studies (INSS), Michael John Yarisetouw mengajak anak muda di Papua ikut menjaga keutuhan Indonesia. Salah satu caranya dengan melakukan hal inovatif dan kreatif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks.
Dirinya mengingatkan juga kepada pemuda di Papua bahwa informasi yang belum terverifikasi, hoaks, clickbait, maupun ujaran kebencian kerap digunakan untuk memecah belah bangsa.
“Sehingga, anak muda di Papua harus memperkuat persatuan bangsa dengan memegang teguh nilai kejujuran, keberanian, dan kesetiaan,” katanya dalam Bincang Sagu yang berlangsung di BM Coffee Kotaraja Kota Jayapura, pada Minggu 25 Oktober 2026.
Bincang Sagu yang mengangkat tema: Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan, selaras dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang mengangkat tema nasional Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.
Dalam Bincang Sagi tersebut juga menghadirkan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen hingga Ferdinan Mayer, pelaku UMKM di Kota Jayapura.
Michael bilang, semangat perubahan lewat gagasan kreatif bisa dilakukan dengan mengembangkan potensi lokal daerah, misalnya Sagu sebagai panganan lokal hingga kopi Papua yang memiliki cita rasa berbeda dibandingkan dengan kopi lainnya.
“Saatnya anak muda di Papua menjadi motor penggerak ketahanan pangan lokal,” katanya.
Michael yang juga sebagai Co-Founder Colo Sagu juga mengajak anak muda di Tanah Papua menggunakan tangan dan jari untuk melakukan hal yang lebih positif, misalnya berkebun, menanam tomat hingga membuat racikan dari Kopi Papua.
“Jangan gunakan jari tanganmu (pemuda) untuk menyebar hoaks di ruang digital atau menyebar kebencian lain. Gunakanlah lebih bermakna dan produktif, misalnya menghijaukan hutan, berkebun hingga melakukan hal yang dapat mendorong perekonomian pangan lokal,” katanya.
Mengakhiri diskusnya, dirinya mengutip pesan Presiden Prabowo saat Sumpah Pemuda 2025 yang menyebutkan selama masih ada anak muda Indonesia yang jujur, yang berani, dan setia, maka Indonesia tak akan kalah. “Maka, sa (saya) mengajak pemuda di Papua menjaga Indonesia dengan berkarya dan menjaga jari di sosmed untuk hal negatif.” *** (Katharina)








