Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 10 Mar 2026 22:09 WIT

Pemprov Papua Tengah dan Aparat Gabungan Gelar Rakor Linsek Operasi Ketupat 2026 


					Wagub Papua Tengah Deinas Geley saat hadir dalam Rakor Linsek Operasi Ketupat 2026. (Foto dok: Humas Pemprov Papua Tengah) Perbesar

Wagub Papua Tengah Deinas Geley saat hadir dalam Rakor Linsek Operasi Ketupat 2026. (Foto dok: Humas Pemprov Papua Tengah)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Republik Indonesia bersama unsur TNI dan pemerintah daerah, menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026. 

Kegiatan yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa, 10 Maret 2026 ini, juga dihadiri Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah yang diwakili Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah Deinas Geley. 

Wagub Papua Tengah Deinas Geley mengatakan, setiap tahun, perayaan Idul Fitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. 

“Sehingga kondisi ini memerlukan perhatian dan kesiapsiagaan dari seluruh pihak agar masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan tersebut dengan aman, tertib, dan nyaman,” jelas Deinas.

Foto bersama usai Rakor Linsek Operasi Ketupat 2026. (Foto dok: Humas Pemprov Papua Tengah)

Untuk itu, kata Deinas, kerja sama yang solid sangat penting untuk memastikan kelancaran arus transportasi, menjaga stabilitas keamanan, mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Kami juga ingatkan masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan, terlebih menjelang hari besar,” jelasnya. 

Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan akan berlangsung selama 15 hari, dimulai dari H-7 hingga H+7 lebaran.  

Beberapa poin penting  yang dibahas dalam rapat tersebut antara lain, manajemen lalu lintas, peningkatan patroli gabungan untuk memantau rumah-rumah yang ditinggal mudik, guna mencegah tindak kriminalitas.

Juga mengenai satgas untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan, serta pendirian Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan). ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur dan Wagub Papua Tengah Serahkan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pembangunan Gedung Gereja    

26 May 2026 - 23:42 WIT

Pemprov Papua Tengah Salurkan 26 Ekor Sapi Kurban

25 May 2026 - 23:39 WIT

Ketua DWP Provinsi Papua Tengah: Mengeduksi Ibu Pentingnya Jaga Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

21 May 2026 - 15:47 WIT

Gubernur Meki Nawipa Soroti Lemahnya Sensus Orang Asli Papua

19 May 2026 - 23:53 WIT

Gubernur Papua Tengah: Kami Fokus Dorong Percepatan Pembangunan di Berbagai Bidang

19 May 2026 - 16:12 WIT

Kepiting Bakau Timika Tembus Pasar Malaysia

13 May 2026 - 19:21 WIT

Trending di BISNIS