KABARPAPUA.CO, Serui – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen terus memberikan dukungan terhadap pengembangan ikan baramundi atau kakap putih melalui program Hatchery.
Hatchery merupakan program spesifik dengan menggunakan sistem teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dengan tujuh depertemen. Ibarat seperti aquarium tetapi memiliki kemampuan untuk melihat kualitas air secara otomatis.
Proses pengembangan ikan baramundi tergolong cukup cepat. Ikan ini juga tahan terhadap penyakit meski hidup secara berdempetan. Selain itu, ikan baramundi memiliki pasar yang luas dan memiliki harga yang stabil.
Tiga Kali Panen dalam Setahun
Dalam setahun ikan baramundi lewat program Hatchery dapat memanen 3 kali. Adapun sekali produksi sebesar 2,4 juta dengan harga jual bibit Rp8 ribu per ekor.
Proses Hatchery sendiri mulai dari perkawinan penetasan telur larva sampai menjadi anakan. Program ini hanya berada di Kepulauan Yapen Papua dengan menggunakan teknologi khusus dan keramba yang hampir sama program di Moscow.
Hatchery merupakan milik PT Yapen Mandiri Sejahtera (Yamase). Perusahaan daerah ini memiliki 8 keramba dengan menggunakan 2 juta ekor bibit ikan baramundi dari produksi sebesar 7,2 juta.
Penjabat Bupati Kepulauan Yapen, Welliam Manderi berharap adanya pengembangan melalui spesifikasi ahli. Tujuannya agar proses dapat berjalan dan dapat menghasilkan produksi yang baik untuk ekspor.
Ikan Baramundi Potensi Alam Mumpuni
Selain itu, lanjut Welliam, dapat memberikan manfaat pada pendapatan bagi warga sekitar. Untuk itu, pemerintah daerah terus akan mensupport pengembangan ikan baramundi.
“Bukan hanya ikan tapi potensi pariwisata, rumput laut, emas hijau Kopi Ambaidiru dan berbagai potensi lainnya,” ujarnya, Jumat 1 Desember 2023.
Direktur Utama PT Yamase, Roriwo Karetji mengemukakan alasan pengembangan perikanan di Kepulauan Yapen. Di mana perikanan menjadi salah satu potensi alam yang mumpuni.
Ia juga mengungkapkan hasil survei laut Yapen yang menjadi daerah bebas dari polusi laut. Di mana sekitar 80-90 meter saat pengambilan sampel terdapat banyak bibit udang lobster. *** (Ainun Faathirjal)