KABARPAPUA.CO, Wamena – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jayawijaya Zakius Degei, berkomitmen segera menindaklanjuti berbagai keluhan dihadapi mahasiswa asal Jayawijaya yang menempuh studi di Kota Jayapura, Papua.
Hal ini dilakukan setelah pihak Bagian Umum Kabupaten Jayawijaya melakukan serangkaian pertemuan intensif dengan para pengurus asrama, termasuk pertemuan di Hotel Suni dan kunjungan langsung ke Asrama Putri pada Senin, 30 Maret 2026.
Zakius mengungkapkan, terdapat beberapa persoalan mendasar yang menjadi pergumulan mahasiswa di sejumlah titik, yakni Asrama Nayak I, II, III, dan Asrama Putri.
Adapun poin-poin utama yang menjadi aspirasi mahasiswa antara lain, permintaan pemasangan instalasi air bersih melalui PDAM di seluruh unit asrama dan perbaikan instalasi listrik serta penggantian lampu-lampu yang rusak.
Juga adanya usulan dari mahasiswa terkait evaluasi terhadap penyediaan kuota atau pulsa WiFi. Selama ini, kuota tersedia seringkali habis sebelum waktunya (hanya bertahan 1-2 minggu).
Mahasiswa berharap pemda dapat menyediakan dukungan pulsa dalam skema per semester atau per tahun. Juga kebutuhan fasilitas komputer dan printer di masing-masing asrama, guna menunjang tugas perkuliahan.
Terus terkait keluhan mengenai stok bahan makanan (bama) yang tak mencukupi atau sering habis. Juga mahasiswa meminta agar penyaluran bama disesuaikan jumlah riil penghuni di tiap asrama.
Menyikapi sejumlah aspirasi ini, Zakius menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor di internal Pemkab Jayawijaya. “Kami perlu duduk bersama dengan bagian-bagian terkait,” jelasnya melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Misalnya saja, kata Zakius, masalah bama ada di bagian kesra, urusan WiFi di bagian kominfo. Sedangkan air bersih dan listrik menjadi ranah bagian umum. “Kami harus berdiskusi mengambil langkah cepat, guna menjawab keluhan anak-anak kita,” ujarnya.
Zakius juga mengatakan, mahasiswa adalah aset masa depan yang akan melanjutkan estafet pembangunan di Lembah Baliem. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka di kota studi menjadi prioritas.
Selain itu, Zakius juga menyampaikan, perhatian pemerintah tak hanya terbatas pada mashasiswa Jayawijaya yang ada di Kota Jayapura, tetapi juga mencakup mahasiswa Jayawijaya yang tersebar di Papua Barat, Papua Selatan, hingga provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.
“Bersama Bapak Bupati dan Wakil Bupati, kami memohon doa dan dukungan agar kami dapat melihat persoalan ini dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan kemampuan dan hikmat yang Tuhan berikan, kami berkomitmen untuk memperhatikan nasib generasi pejuang negeri ini,” tuturnya. ***(Agris Wistrijaya)


















