KABARPAPUA.CO, Serui– Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar pelatihan pemasaran digital pariwisata yang berlangsung di Hotel Merpati Serui, Rabu 10 Desember 2025.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy yang dibacakan Plh Sekda Oktavianus Ayorbaba menjelaskan daerahnya memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal.
“Wisatawan saat ini mencari informasi melalui media sosial dan platform digital. Karena itu, kemampuan digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ujar Bupati Arisoy.
Ia berharap para peserta dapat menguasai keterampilan membuat konten kreatif, memahami branding destinasi, serta memanfaatkan media digital untuk promosi hingga transaksi wisata secara daring.
“Dengan pemasaran digital yang efektif, kita tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga menceritakan pengalaman, budaya, dan nilai yang kita miliki. Kisah masyarakat pesisir, tarian tradisi, kuliner, dan kerajinan lokal bisa menjadi daya tarik ekonomi rakyat,” tambahnya.
Bupati Benyamin juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata. Menurutnya, promosi digital hanya akan berhasil jika diimbangi dengan pelayanan yang baik, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan.
“Promosi digital mengundang orang datang, tetapi keramahan dan kualitas layananlah yang membuat mereka ingin kembali,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Yapen, Nikolas Imbiri menjelaskan pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas petugas pariwisata, komunitas fotografer, videografer, content creator, hingga pemilik destinasi wisata.
Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata agar mampu mengelola konten promosi yang menarik dan profesional. Dengan begitu, potensi wisata alam maupun bahari di Kepulauan Yapen dapat terekspos lebih luas di berbagai platform digital.
“Tantangan saat ini adalah digitalisasi. Promosi masih tersebar di platform yang belum terintegrasi. Saat ini Dinas Parawisata Kepulauan Yapen membutuhkan website resmi agar informasi destinasi tersaji lebih tertata dan mudah diakses wisatawan,” ujar Nikolas Imbiri.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran selama ini menjadi kendala dalam mengembangkan sejumlah program pariwisata. Namun, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat fondasi promosi wisata melalui kolaborasi dengan pelaku kreatif lokal.
Nikolas menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan dengan dua metode, yakni penyampaian materi di dalam ruangan dan praktik lapangan di beberapa destinasi wisata di Kota Serui. Peserta akan memproduksi konten foto dan video dengan memanfaatkan platform YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 -12 Desember 2025, dan menghadirkan narasumber internal serta eksternal. Diharapkan, kegiatan ini mampu menghasilkan konten promosi yang berkualitas, kompetitif, dan mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Kepulauan Yapen. *** (Ainun Faathirjal)
























