Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PUBLIK · 23 Feb 2026 08:02 WIT

Papua Jungle Chef-Pertamina Patra Niaga Buktikan Pangan Lokal Bisa Lawan Stunting


					Kader posyandu di Jayapura menunjukkan olahan pangan lokal untuk cegah stunting. Foto: Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Perbesar

Kader posyandu di Jayapura menunjukkan olahan pangan lokal untuk cegah stunting. Foto: Pertamina Patra Niaga Papua Maluku

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura lewat Program CSR Posyandu Berdaya Imbi melakukan Pelatihan dan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Bergizi di Pantai Base-G, Jayapura.

Menghadirkan Charles Toto, aktivis pangan lokal yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef. Kegiatan ini difokuskan pada upaya penanganan stunting akibat kekurangan gizi, dengan mempertimbangkan faktor penyebab stunting yang bersifat multidimensional.

​”Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak,” ujar Charles.

Charles melakukan demonstrasi dengan berkreasi mengolah bahan lokal tersebut menjadi sajian modern yang menarik bagi anak-anak, salah satunya adalah Sushi Keladi.

Demo masak pangan lokal untuk cegah stunting dari Papua Jungle Chef dengan kolaborasi Pertamina Patra Niaga Papua Maluku. Foto: Pertamina Papua Maluku

“Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi, sumber karbohidrat indeks glikemik rendah. Lalu, daun gedhi digunakan sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Terakhir, sayur lilin, alpukat dan aneka ikan digunakan sebagai isian atau sumber protein, lemak sehat dan serat. Bahannya sehari-hari banyak tersedia,” tambahnya.

​Melalui pelatihan ini, para kader posyandu dibekali keterampilan yang nantinya akan diteruskan kepada masyarakat luas, khususnya untuk mendukung program ​PMT Anak Sekolah (5–9 tahun), ​PMT Remaja dan ​PMT Lansia.

Demo masak pangan lokal untuk cegah stunting dari Papua Jungle Chef dengan kolaborasi Pertamina Patra Niaga Papua Maluku.
Foto: Pertamina Papua Maluku

Heni Purwati selaku Kader Posyandu Cenderawasih mengakui selama ini pihaknya kerap kesulitan mengolah ikan karena aroma amis yang sulit dihilangkan, sehingga anak-anak cenderung kurang menyukainya. Namun, melalui kegiatan demo masak baru-baru ini, para kader mendapatkan teknik pengolahan baru yang mampu menghilangkan bau amis secara total.

“Aroma amis dari ikan kadang membuat anak-anak malas makan. Tapi dengan demo masak tadi bisa memuat olahan ikan tak amis dan anak-anak langsung suka,” kata Heni.

​IT Manager Jayapura, James W. Muabuay menegaskan program ini bukan sekadar pelatihan memasak, melainkan upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan dapat dihadirkan tanpa mengorbankan cita rasa dan tampilan yang digemari anak-anak sehingga menjadi penguatan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.

​Kehadiran sosok seperti Papua Jungle Chef, Charles Toto diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin berdaya dan kreatif dalam mengolah pangan lokal. Dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua.

“Kami meyakini pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi kokoh dalam membangun generasi masa depan Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul,” imbuh James.

Pertamina Patra Niaga berharap Program Posyandu Berdaya Imbi optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara signifikan. ***(rilis)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Imigrasi Jayapura Catat 2.032 Paspor, PNBP Capai Rp3,28 Miliar

21 July 2026 - 20:56 WIT

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodaeral X Tanam Kedelai 20 Hektare di Keerom

17 July 2026 - 20:42 WIT

‘BPJS Menyapa’ di RSUD Jayapura: Pasien Apresiasi Layanan Gratis

15 July 2026 - 23:12 WIT

RSUP Jayapura dan RSCM Perkuat Layanan KIA di Papua

24 June 2026 - 10:47 WIT

Terkait Surat Izin Pemalangan, RSUP Jayapura Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

17 June 2026 - 19:19 WIT

Riset Unhas di Eropa: PKMK Hemat Biaya hingga Triliunan Rupiah

5 June 2026 - 15:43 WIT

Trending di PUBLIK