Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 20 Dec 2025 23:36 WIT

Operasi Soft Power Berhasil, 7 Pengikut OPM Nyatakan Setia pada Indonesia


					Ikrar serian kepada NKRI dari mantan OPM di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Foto: Sargas Habema Perbesar

Ikrar serian kepada NKRI dari mantan OPM di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Foto: Sargas Habema

KABARPAPUA.CO, Sinak– Tujuh anggota Kelompok TPNPB-OPM Kodap XXVII/Sinak yang selama ini terlibat dalam aksi kekerasan dan teror bersenjata berikrar kembali ke NKRI. Ikrar tersebut dinyatakan di depan Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya di bawah Komando Operasi Habema TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Ketujuh mantan anggota TPNPB-OPM bernama Tenius Tabuni, Wakola Tabuni alias Donus, Abrius Murib alias Apri, Sengky Murib alias Kernis, Lolamayu Murib, Nomani Murib, dan Kakai Murib alias Patoron. Mereka diketahui pernah terlibat dalam aksi pembakaran SMA di Distrik Sinak serta penyanderaan pegawai Puskesmas Sinak Barat pada tahun 2024.

Prosesi ikrar disaksikan langsung oleh aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah. Momentum paling simbolis terjadi saat para mantan anggota OPM menyerahkan bendera Bintang Kejora dan satu pucuk senapan kepada pihak TNI, dilanjutkan dengan penciuman Sang Saka Merah Putih sebagai tanda kembalinya loyalitas kepada NKRI.

Mantan kelompok OPM tersebut menegaskan meninggalkan kelompok separatis atas kesadaran sendiri dan menyadari bahwa jalan kekerasan hanya membawa penderitaan. Masyarakat Papua ingin hidup damai, bekerja, dan melihat anak-anak Papua memiliki masa depan yang lebih baik.

Ikrar serian kepada NKRI dari mantan OPM di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Foto: Sargas Habema

Komandan Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana menyampaikan, keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari operasi soft power dengan pendekatan humanis yang konsisten dilaksanakan TNI.

“Kembalinya saudara-saudara kita ke pangkuan NKRI adalah bukti bahwa pendekatan persuasif, dialog, dan kemanusiaan mampu membuka kesadaran. Kami berharap ikrar ini menjadi contoh bagi anggota TPNPB-OPM lainnya untuk segera meninggalkan jalan kekerasan,” tegas Dansatgas.

Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Sinak yang diwakili Tinus Talenggeng. Ia menyampaikan harapan agar langkah tujuh mantan anggota OPM ini menjadi pemicu terciptanya suasana damai dan aman di Sinak.

“Kami ingin masyarakat bisa hidup tanpa rasa takut, tanpa trauma. Papua membutuhkan kedamaian agar pembangunan dan kesejahteraan benar-benar dirasakan,” katanya.

Acara ikrar ditutup dengan penandatanganan pernyataan setia, pemberian tali asih, serta makan bersama sebagai simbol rekonsiliasi dan persaudaraan.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen Satgas Yonif 142/Ksatria di bawah Koops Habema TNI dalam mengedepankan pendekatan kemanusiaan untuk memutus mata rantai konflik bersenjata, sekaligus membuka harapan baru bagi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera di bawah bingkai NKRI. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Korban Perahu Ketinting di Asmat Ditemukan Tak Bernyawa

15 January 2026 - 16:55 WIT

Polsek Sota Dampingi Petani hingga Panen Jagung di Ujung Timur Indonesia

15 January 2026 - 10:54 WIT

Pendeta Ito Jigibalom Dukung Pembangunan Damai di Papua Pegunungan

15 January 2026 - 10:18 WIT

Tokoh Adat: Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Utama Pembangunan di Lanny Jaya

15 January 2026 - 07:16 WIT

Ketua LMA Jayawijaya Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI di Wamena

14 January 2026 - 21:56 WIT

SAR Asmat Cari Pria 50 Tahun yang Hilang Saat Perahu Tenggelam di Muara Kali Asue

14 January 2026 - 17:52 WIT

Trending di PERISTIWA